Pemekaran Papua Bentuk Keseriusan Pemerintah Membangun Kesejahteraan Masyarakat
Kamis, 04 Agustus 2022 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
”Itu adalah isu-isu yang tidak valid yang disuarakan para penolak pemekaran. Padahal, jika tidak ada pemekaran, kekuasaan dan korupsi mereka terus dinikmati dan tidak mau diganggu. Kami generasi muda sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini Bapak Presiden Jokowi yang sangat serius dan memperhatikan pemerataan pembangunan di Papua. Kita generasi muda harus mendukung, mengawal dan mengamankan kebijakan ini,” katanya.
Senada, tokoh pemuda Papua Gazali H Renngiwuryang menyatakan UU DOB tersebut menjadi tonggak sejarah bagi masyarakat Papua. Papua saat ini dipimpin oleh generasi kedua yang mau berakhir. Saat ini sudah memasuki generasi muda yang siap memimpin. Dengan adanya DOB ini membuka banyak peluang. Ini adalah anugerah bagi masyarakat Papua.
Selain memudahkan rentang kendali pelayanan, dari sisi demografis, DOB ini memecahkan kebuntuan karena ada ledakan peluang kerja karena generasi muda saat ini cukup banyak. Sehingga ini positif bagi generasi muda Papua ke depannya. Akan ada lapangan pekerjaan dan ruang-ruang yang bisa dimasuki generasi muda Papua.
“Banyak anak muda yang menangkap positif peluang adanya DOB ini ke depannya. Banyak anak muda yang telah diberikan ruang dan peluang untuk berkiprah. Ada sekitar 3 daerah DOB di Papua. Ketika dibuka DOB tentu memerikan lapangan pekerjaan dan ruaang berkarya.” Jelas aktivis yang cukup aktif berdialog dengan generasi kedua Papua.
Ketua GP Ansor Papua tersebut juga mengingatkan generasi muda di Papua dan Indonesia bahwa peluang ini harus dimanfaatkan generasi muda, atau generasi ketiga sehingga 5-10 tahun ke depan Papua akan lebih maju. Ini sangat positif sekali untuk kesesjahteraan masyarakat Papua.
”Untuk generasi keempat akan makin terbuka lebar kesempatan pendidikan, lapangan kerja dan pelayanan kesehatan untuk ke depannya serta bisa membangun daerah asalnya hingga pelosok.” tandasnya.
Pengamat politik dan akademisi UIN Jakarta Robi Sugara menyatakan bawha persoalan Papua cukup unik. Persoalan di Indonesia, 40% nya ada di Papua. Isu Papua menjadi penting dan sensitif, sehingga pemerintah cukup hati-hati dalam menyikapi.
Senada, tokoh pemuda Papua Gazali H Renngiwuryang menyatakan UU DOB tersebut menjadi tonggak sejarah bagi masyarakat Papua. Papua saat ini dipimpin oleh generasi kedua yang mau berakhir. Saat ini sudah memasuki generasi muda yang siap memimpin. Dengan adanya DOB ini membuka banyak peluang. Ini adalah anugerah bagi masyarakat Papua.
Selain memudahkan rentang kendali pelayanan, dari sisi demografis, DOB ini memecahkan kebuntuan karena ada ledakan peluang kerja karena generasi muda saat ini cukup banyak. Sehingga ini positif bagi generasi muda Papua ke depannya. Akan ada lapangan pekerjaan dan ruang-ruang yang bisa dimasuki generasi muda Papua.
“Banyak anak muda yang menangkap positif peluang adanya DOB ini ke depannya. Banyak anak muda yang telah diberikan ruang dan peluang untuk berkiprah. Ada sekitar 3 daerah DOB di Papua. Ketika dibuka DOB tentu memerikan lapangan pekerjaan dan ruaang berkarya.” Jelas aktivis yang cukup aktif berdialog dengan generasi kedua Papua.
Ketua GP Ansor Papua tersebut juga mengingatkan generasi muda di Papua dan Indonesia bahwa peluang ini harus dimanfaatkan generasi muda, atau generasi ketiga sehingga 5-10 tahun ke depan Papua akan lebih maju. Ini sangat positif sekali untuk kesesjahteraan masyarakat Papua.
”Untuk generasi keempat akan makin terbuka lebar kesempatan pendidikan, lapangan kerja dan pelayanan kesehatan untuk ke depannya serta bisa membangun daerah asalnya hingga pelosok.” tandasnya.
Pengamat politik dan akademisi UIN Jakarta Robi Sugara menyatakan bawha persoalan Papua cukup unik. Persoalan di Indonesia, 40% nya ada di Papua. Isu Papua menjadi penting dan sensitif, sehingga pemerintah cukup hati-hati dalam menyikapi.
Lihat Juga :