Pengurus Jam'iyyatul Qurra' Wal Huffazh Terbentuk di Bone
Rabu, 03 Agustus 2022 - 14:04 WIB
loading...
Pelantikan Pengurus Cabang Jamiyyatul Qurra Wal Huffazh Kabupaten Bone, Selasa 2 Agustus 2022. Foto: SINDOnews/Justang Muhammad
A
A
A
BONE - Jam'iyyatul Qurra' Wal Huffazh (JQH) terbentuk di Kabupaten Bone. Pengurus Cabang JQH periode 2022-2027 resmi dilantik pada Selasa (2/8/2022) di Lateya Riduni, Kompleks Rujab Bupati Bone, Jl Petta Ponggawae.
Hadir dalam pelantikan tersebut Bupati Bone A Fahsar M Padjalangi . Pelantikan dipimpin Ketua Pimpinan Wilayah JQH Nahdlatul Ulama Sulsel, KH Syam Amir Yunus SQ.
Baca juga:Fahsar Padjalangi Jemput Langsung Jamaah Haji Bone di Asrama Haji Sudiang
PC JQH NU Bone diketuai Abu Khair, Sekretaris Saturdi Hamid, Wakil Sekretaris Ahmad Jafar, dan Bendahara H Bahtiar yang menaungi para qari qariah dan hafidz-hafidzah Al-Quran di Kabupaten Bone.
Bupati Bone, Fahsar M Padjalangi mengaku sangat bahagia, di mana organisasi yang mewadahi para qari qariah dan hafidz hafidzah Al-Quran akhirnya terbentuk di Kabupaten Bone.
"Saya super bahagia, suatu keberkahan lagi di Kabupaten Bone, organisasi yang sangat lama kita rindukan akhirnya terbentuk di Bone, yang penting eksistensi JQH, dan itu sudah terbukti dengan karya nyatanya dalam menyambut tahun baru Islam, kita berharap nantinya juga simaan Alquran serentak dilakukan menyambut Hari Jadi Bone tahun depan, Hari Jadi Bone ke- 372," kata Fahsar.
Dia berjanji akan membantu organisasi JQH ini terbentuk hingga ke tingkat kecamatan. Kata dia, hal itu tidak terlalu sulit lantaran hampir semua kecamatan di Bone sudah terbentuk pesantren dan rumah tahfidz.
"Kita berharap sampai ke tingkat kecamatan, pemerintah daerah akan fasilitasi, kita minta semua camat bentuk di tingkat kecamatan bersama dengan kepala KUA," kata Fahsar.
Baca juga:Tahun Baru Islam, 127 Titik di Bone Serentak Khatam Al-Quran
Fahsar mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Bone setiap tahunnya menganggarkan untuk program tahfidz Al-Quran kerja sama dengan pondok pesantren. Di mana targetnya setiap desa maupun masjid di Bone memiliki penghafal Al-Quran.
"Kita sudah masuk tahun keempat, kita sudah laksanakan biaya dari Pemkab Bone untuk penghafal Al-Quran, kita harus memperbanyak jumlah penghafal Al-Quran di Bone. Kita harus perbaiki pendataan," kata Fahsar.
"Karena saya meyakini keberkahan akan semakin banyak turun di Bone, jika semakin banyak kita baca dan lantungkan Al-Quran," tambahnya.
Ketua JQH NU Sulsel KH Syam Amir Yunus menuturkan JQH sebagai organisasi yang mewadahi para penghafal, pembaca, seni, pecinta, dan pengkaji Al-Quran.
"Tujuannya itu untuk senantiasa membumikan dan menjata Al-Quran sehingga berkah Al-Quran akan senantiasa diturunkan, kita berharap ke depan JQH NU Bone menentukan program kedepan, peningkatan kualitas hafiz hafizah, simaan Al Quran, dan yang lainnya," kata KH Syam Amir yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Quran (PPTQ) Al Imam Ashim Makassar ini.
Apalagi kata dia, Kabupaten Bone yang sangat luas dan memiliki potensi yang sangat besar dapat dimaksimalkan dengan baik di mana perkembangan lahirnya pondok pesantren, pondok tahfidz, rumah tahfidz, maupun di sekolah sekolah.
Baca juga:Selamat, Kinerja Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Bone Bolango Peroleh Nilai Sangat Baik
"Saya tadi tanya bapak Bupati berapa jumlah kecamatan di Bone, angkanya luar biasa ada 27 kecamatan dan 328 desa, tidak terbayangkan bagaimana jika hal ini serentak dilaksanakan simaan Al-Quran serentak pada momen tertentu," kata KH Syam Amir.
Dia menyebutka JQH pernah mengadakan MTQ antar Ponpes seluruh Indonesia. Kemudian kegiatan ini diambil alih LPTQ saat ini sebagai pelaksana lomba MTQ.
Hadir dalam pelantikan tersebut Bupati Bone A Fahsar M Padjalangi . Pelantikan dipimpin Ketua Pimpinan Wilayah JQH Nahdlatul Ulama Sulsel, KH Syam Amir Yunus SQ.
Baca juga:Fahsar Padjalangi Jemput Langsung Jamaah Haji Bone di Asrama Haji Sudiang
PC JQH NU Bone diketuai Abu Khair, Sekretaris Saturdi Hamid, Wakil Sekretaris Ahmad Jafar, dan Bendahara H Bahtiar yang menaungi para qari qariah dan hafidz-hafidzah Al-Quran di Kabupaten Bone.
Bupati Bone, Fahsar M Padjalangi mengaku sangat bahagia, di mana organisasi yang mewadahi para qari qariah dan hafidz hafidzah Al-Quran akhirnya terbentuk di Kabupaten Bone.
"Saya super bahagia, suatu keberkahan lagi di Kabupaten Bone, organisasi yang sangat lama kita rindukan akhirnya terbentuk di Bone, yang penting eksistensi JQH, dan itu sudah terbukti dengan karya nyatanya dalam menyambut tahun baru Islam, kita berharap nantinya juga simaan Alquran serentak dilakukan menyambut Hari Jadi Bone tahun depan, Hari Jadi Bone ke- 372," kata Fahsar.
Dia berjanji akan membantu organisasi JQH ini terbentuk hingga ke tingkat kecamatan. Kata dia, hal itu tidak terlalu sulit lantaran hampir semua kecamatan di Bone sudah terbentuk pesantren dan rumah tahfidz.
"Kita berharap sampai ke tingkat kecamatan, pemerintah daerah akan fasilitasi, kita minta semua camat bentuk di tingkat kecamatan bersama dengan kepala KUA," kata Fahsar.
Baca juga:Tahun Baru Islam, 127 Titik di Bone Serentak Khatam Al-Quran
Fahsar mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Bone setiap tahunnya menganggarkan untuk program tahfidz Al-Quran kerja sama dengan pondok pesantren. Di mana targetnya setiap desa maupun masjid di Bone memiliki penghafal Al-Quran.
"Kita sudah masuk tahun keempat, kita sudah laksanakan biaya dari Pemkab Bone untuk penghafal Al-Quran, kita harus memperbanyak jumlah penghafal Al-Quran di Bone. Kita harus perbaiki pendataan," kata Fahsar.
"Karena saya meyakini keberkahan akan semakin banyak turun di Bone, jika semakin banyak kita baca dan lantungkan Al-Quran," tambahnya.
Ketua JQH NU Sulsel KH Syam Amir Yunus menuturkan JQH sebagai organisasi yang mewadahi para penghafal, pembaca, seni, pecinta, dan pengkaji Al-Quran.
"Tujuannya itu untuk senantiasa membumikan dan menjata Al-Quran sehingga berkah Al-Quran akan senantiasa diturunkan, kita berharap ke depan JQH NU Bone menentukan program kedepan, peningkatan kualitas hafiz hafizah, simaan Al Quran, dan yang lainnya," kata KH Syam Amir yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Quran (PPTQ) Al Imam Ashim Makassar ini.
Apalagi kata dia, Kabupaten Bone yang sangat luas dan memiliki potensi yang sangat besar dapat dimaksimalkan dengan baik di mana perkembangan lahirnya pondok pesantren, pondok tahfidz, rumah tahfidz, maupun di sekolah sekolah.
Baca juga:Selamat, Kinerja Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Bone Bolango Peroleh Nilai Sangat Baik
"Saya tadi tanya bapak Bupati berapa jumlah kecamatan di Bone, angkanya luar biasa ada 27 kecamatan dan 328 desa, tidak terbayangkan bagaimana jika hal ini serentak dilaksanakan simaan Al-Quran serentak pada momen tertentu," kata KH Syam Amir.
Dia menyebutka JQH pernah mengadakan MTQ antar Ponpes seluruh Indonesia. Kemudian kegiatan ini diambil alih LPTQ saat ini sebagai pelaksana lomba MTQ.
(luq)
Lihat Juga :