Lahirkan Banyak Program Keumatan, Ridwan Kamil: Saya Manut Nasihat Kiai!
Sabtu, 02 September 2023 - 07:29 WIB
loading...
Gubernur Jabar saat menghadiri Istigasah Kebangsaan PWNU Jabar yang digelar di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan setiap keputusan yang diambilnya terkait keumatan, dirinya selalu mendengar nasihat para ulama, termasuk para kiai Nahdlatul Ulama (NU).
Hal itu dibuktikan dengan banyaknya program keumatan selama 5 tahun dirinya memimpin Provinsi Jabar. Salah satunya adalah program Satu Desa Satu Hafidz atau Sadesha.
”Saya selalu taat kepada nasihat para kiai maka selama 5 tahun kami hadirkan program tidak boleh ada desa di Jawa Barat yang tidak punya penghafal Quran, kami lahirkan program Sadesha dan mayoritas 70 persen dibantu oleh JQH Nahdlatul Ulama,” kata Kang Emil.
Baca Juga: Hadiri Istigasah Kebangsaan NU, Kang Emil Sebut Jabar Aman dari Gerakan Radikalisme
Saat menghadiri Istighotsah Kebangsaan PWNU Jabar yang digelar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro di Kota Bandung itu, Kang Emil mengaku, sudah ada 5.300 penghafal Al Quran di setiap desa di Jabar.
”Sudah 100 persen 5.300 desa punya penghafal 30 juz dalam 5 tahun dan malah lebih JQH lahirkan 6.000 penghafal quran,” ungkapnya.
Tak hanya itu, program keutaman lainnya adalah dengan hadirnya program One Pesantren One Product (OPOP). Selama 5 tahun kepemimpinannya, ada 5.018 pesantren yang saat ini sudah memiliki usaha yang luar biasa.
Hal itu dibuktikan dengan banyaknya program keumatan selama 5 tahun dirinya memimpin Provinsi Jabar. Salah satunya adalah program Satu Desa Satu Hafidz atau Sadesha.
”Saya selalu taat kepada nasihat para kiai maka selama 5 tahun kami hadirkan program tidak boleh ada desa di Jawa Barat yang tidak punya penghafal Quran, kami lahirkan program Sadesha dan mayoritas 70 persen dibantu oleh JQH Nahdlatul Ulama,” kata Kang Emil.
Baca Juga: Hadiri Istigasah Kebangsaan NU, Kang Emil Sebut Jabar Aman dari Gerakan Radikalisme
Saat menghadiri Istighotsah Kebangsaan PWNU Jabar yang digelar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro di Kota Bandung itu, Kang Emil mengaku, sudah ada 5.300 penghafal Al Quran di setiap desa di Jabar.
”Sudah 100 persen 5.300 desa punya penghafal 30 juz dalam 5 tahun dan malah lebih JQH lahirkan 6.000 penghafal quran,” ungkapnya.
Tak hanya itu, program keutaman lainnya adalah dengan hadirnya program One Pesantren One Product (OPOP). Selama 5 tahun kepemimpinannya, ada 5.018 pesantren yang saat ini sudah memiliki usaha yang luar biasa.
Lihat Juga :