4 Kali Lolos dari Pembunuhan Didalangi Kopda Muslimin, Ini Kondisi Terakhir Rini Wulandari

Selasa, 02 Agustus 2022 - 18:43 WIB
loading...
4 Kali Lolos dari Pembunuhan...
Rini Wulandari yang mengalami empat kali upaya pembunuhan kini dipindahkan ke ruang perawatan RSUP Dr Kariadi Semarang seiring kondisinya membaik. Foto/iNews TV/Kristadi
A A A
SEMARANG - Kondisi Rini Wulandari (34), istri almarhum Kopda Muslimin, anggota TNI AD dari Batalyon Arhanud 15/DBY Semarang, Jateng berangsur mulai membaik.

Ibu rumah tangga yang empat kali lolos dari upaya pembunuhan yang didalangi suaminya itu kini juga mulai sadar.

Baca juga: BREAKING NEWS! Kopda Muslimin Ditemukan Tewas Tenggak Racun di Rumah Orang Tuanya

Perkembangan kondisi Rini Wulandari disampaikan Dandim 0733 Kota Semarang Letkol Infantri Honi Havana.

Dia mengungkapkan bahwa saat ini Rini sudah tidak lagi memakai ventilator di mulutnya pasca operasi mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di perutnya.

Rini sekarang hanya menggunakan selang oksigen untuk alat bantu pernapasan.

"Kondisinya sudah membaik, kita doakan cepat sembuh ya. Dari laporan, sudah lepas ventilator yang dipasang di mulut, diganti selang oksigen untuk alat bantu pernapasan. Alat WSD untuk mengeluarkan cairan dari paru-paru juga sudah lepas," kata Dandim, Senin (1/8/2022).

Namun demikian, meski kondisinya terus membaik, Rini masih belum diizinkan untuk banyak beraktivitas dan berinteraksi dengan keluarga.

Baca juga: Kopda Muslimin Rencanakan Pembunuhan Istrinya Gara-gara Punya Wanita Lain

"Tim Dokter masih belum mengizinkan banyak beraktivitas, termasuk interaksi dengan keluarga dibatasi dulu karena dalam masa pemulihan," katanya.

Dari informasi yang didapat, Rini tak lagi dirawat di ruang ICU. Ibu tiga anak itu telah dipindahkan ke ruang perawatan dengan tetap dalam pengawasan petugas.

Diberitakan sebelumnya, Rini ditembak oleh pembunuh bayaran di depan rumahnya, Jalan Cemara 3, Banyumanik, Kota Semarang pada Senin (18/7/2022).

Dari hasil penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, terungkap pelaku penembakan (pembunuh bayaran) berjumlah empat orang diperintah oleh Kopda Muslimin.

Selain empat pelaku, seorang penyedia senjata api juga diamankan.

Kopda Muslimin sempat melarikan diri dan menjadi buronan tim gabungan TNI-Polri. Setelah 11 hari dalam pelarian, Muslimin ditemukan meninggal di rumah orang tuanya, Desa Trompo, Kecamatan/Kabupaten Kendal pada Kamis (28/7/2022).

Sebelumnya, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, korban Rini Wulandari (32) merupakan warga Jalan Cemara III, RT 8/3, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.



Polisi telah menangkap lima tersangka dalam kasus percobaan pembunuhan itu. Di antaranya yakni S (34) alias Babi warga Sayung, Kabupaten Demak, PAN (26) warga Pedurungan Kota Semarang, SP (45) alias Sirun warga Genuk Kota Semarang, AS (43) alias Gondrong alias Jembik warga Karas, Kabupaten Magetan, dan DS (37) warga Tangen Kabupaten Sragen.

"Jadi sebelumnya itu, satu bulan yang lalu ini, baru keterangan (tersangka), belum kita kroscek. Dia (Kopda Muslimin) sudah memerintahkan Babi untuk meracun istrinya," kata Luthfi, dalam keterangan pers yang dihadiri Kasad Jenderal Dudung Abdurrahman, Senin (25/7/2022).

Dia melanjutkan, sebelum penembakan, pada Senin 18 Juli, tersangka Kopda Muslimin juga pernah memerintahkan tersangka untuk menghabisi istrinya. Berbagai upaya pembunuhan dilakukan, namun gagal.

"Yang kedua mencuri. Jadi pura-pura mencuri yang jelas targetnya adalah istrinya itu mati. Kemudian yang ketiga, dia menggunakan santet, tapi belum kita kroscek kepada suami, karena suami masih dalam pencarian," ungkapnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Anggota TNI Bakal Sikat...
Anggota TNI Bakal Sikat Begal di Jakarta, DPR: Harus Atas Permintaan Polri
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Tragis, Pria Tewas Dibacok...
Tragis, Pria Tewas Dibacok OTK di Cengkareng
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Rekomendasi
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved