Melongok Bisnis Ikan Arwana yang Kian Moncer di Tengah Pandemi Covid-19
Senin, 29 Juni 2020 - 04:26 WIB
loading...
Budidaya ikan tawar di Dusun Sorogenen, Desa Menayu, Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, Minggu (28/6/2020). Foto Istimewa
A
A
A
MAGELANG - Wabah Covid-19 yang sudah berlangsung selama tiga bulan ini justru menambah berkah bagi pembudidaya ikan di Magelang. Bahkan penjualannya, yang juga telah masuk pasar ekspor naik mencapai 20 persen.
Di dusun Sorogenen Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, budidaya ikan air tawar telah berlangsung secara turun temurun. Masyarakat kemudian merambah budidaya ikan hias. Karena ternyata kadar air di dusun yang dekat dengan sungai Pabelan itu sangat cocok untuk ikan arwana, akhirnya banyak warga yang beralih membudidayakan salah satu ikan air tawar termahal itu. Fajar Sodiq, salah satunya.
"Sejak 2009 saya memulai budidaya ikan arwana. Setelah menjelaskan cara dan keuntungan budidaya ikan itu kepada para tetangga, akhirnya banyak yang ikut," katanya, Minggu (28/6/2020). (Baca: Budidaya Cacing Usaha Menjanjikan di Tengah Covid-19 )
Tak hanya satu, Fajar Sodiq membudidayakan setidaknya empat jenis ikan arwana. Dari silver Brazil, Papua, Arwana Kalimantan sampai jenis red super. Padahal untuk jenis itu, satu ekor harganya jutaan rupiah. Apalagi yang red super, yang bisa mencapai ratusan juta rupiah. "Saya menggandeng teman dari Jakarta untuk diekspor ke China. Bahkan di masa Pandemi ini penjualan justru naik 20 persen," katanya.
Jika biasanya dalam satu minggu dia mengirim sekitar 15 ekor arwana dewasa, di masa pandemi ini dia bisa mengirim 20 ekor ditambah ratusan anakan ikan arwana yang harga satuannya sekitar Rp 18 ribu. Jumlah pengiriman tersebut akan meningkat di kisaran bukan Desember sampai Februari atau di musim penghujan.
Di dusun Sorogenen Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, budidaya ikan air tawar telah berlangsung secara turun temurun. Masyarakat kemudian merambah budidaya ikan hias. Karena ternyata kadar air di dusun yang dekat dengan sungai Pabelan itu sangat cocok untuk ikan arwana, akhirnya banyak warga yang beralih membudidayakan salah satu ikan air tawar termahal itu. Fajar Sodiq, salah satunya.
"Sejak 2009 saya memulai budidaya ikan arwana. Setelah menjelaskan cara dan keuntungan budidaya ikan itu kepada para tetangga, akhirnya banyak yang ikut," katanya, Minggu (28/6/2020). (Baca: Budidaya Cacing Usaha Menjanjikan di Tengah Covid-19 )
Tak hanya satu, Fajar Sodiq membudidayakan setidaknya empat jenis ikan arwana. Dari silver Brazil, Papua, Arwana Kalimantan sampai jenis red super. Padahal untuk jenis itu, satu ekor harganya jutaan rupiah. Apalagi yang red super, yang bisa mencapai ratusan juta rupiah. "Saya menggandeng teman dari Jakarta untuk diekspor ke China. Bahkan di masa Pandemi ini penjualan justru naik 20 persen," katanya.
Jika biasanya dalam satu minggu dia mengirim sekitar 15 ekor arwana dewasa, di masa pandemi ini dia bisa mengirim 20 ekor ditambah ratusan anakan ikan arwana yang harga satuannya sekitar Rp 18 ribu. Jumlah pengiriman tersebut akan meningkat di kisaran bukan Desember sampai Februari atau di musim penghujan.
Lihat Juga :