Puluhan Hektare Hutan di Samosir Terbakar, Asap Tebal Membuat Warga Panik
Senin, 01 Agustus 2022 - 07:20 WIB
loading...
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di rest area Desa Partungkot Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Foto/iNews TV/Junjungan Marpaung
A
A
A
SAMOSIR - Kebakaran hutan dan lahan melawan kawasan rest area Desa Partungkot Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Titik api diketahui muncul pada Minggu (31/7/2022) siang, dan hingga Senin (1/8/2022) belum bisa dipadamkan.
Baca juga: Kobaran Api Hanguskan 10 Hektare Lahan di Tanjung Sagu Natuna
Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan tersebut, namun upaya itu terkendala oleh kondisi lahan yang curam. Ada puluhan hektare hutan dan lahan yang terbakar, hingga menimbulkan kepulan asap tebal.
Salah seorang saksi mata, Julius Sihotang mengaku, titik api pertama kali terlihat di area perbukitan di atas rest area sekitar pukul 12.00 WIB. "Api terus membesar, dan merembet ke sejumlah titik," ujarnya.
Baca juga: Kisah Putri Gading Cempaka, Keturunan Majapahit yang Kecantikannya Memicu Tragedi Berdarah
Upaya pemadaman kebakaran terkendala oleh jauhnya sumber air, dan beratnya medan yang terbakar. Empat unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan, dibantu dengan satu tangki air milik BPBD Kabupaten Samosir.
Baca juga: Blogger Jerman Berbohong Soal Antre 5 Jam di Imigrasi Bandara Bali
Tiupan angin sangat kencang, sehingga kebakaran terus meluas dan merembet hingga mendekati objek wisata Menara Pandang Tele. Kondisi ini membuat banyak wisatawan memilih untuk segera meninggalkan Menara Pandang Tele, karena kawatir kebakaran semakin membesar dan asap sangat pekat.
Baca juga: Kobaran Api Hanguskan 10 Hektare Lahan di Tanjung Sagu Natuna
Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan tersebut, namun upaya itu terkendala oleh kondisi lahan yang curam. Ada puluhan hektare hutan dan lahan yang terbakar, hingga menimbulkan kepulan asap tebal.
Salah seorang saksi mata, Julius Sihotang mengaku, titik api pertama kali terlihat di area perbukitan di atas rest area sekitar pukul 12.00 WIB. "Api terus membesar, dan merembet ke sejumlah titik," ujarnya.
Baca juga: Kisah Putri Gading Cempaka, Keturunan Majapahit yang Kecantikannya Memicu Tragedi Berdarah
Upaya pemadaman kebakaran terkendala oleh jauhnya sumber air, dan beratnya medan yang terbakar. Empat unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan, dibantu dengan satu tangki air milik BPBD Kabupaten Samosir.
Baca juga: Blogger Jerman Berbohong Soal Antre 5 Jam di Imigrasi Bandara Bali
Tiupan angin sangat kencang, sehingga kebakaran terus meluas dan merembet hingga mendekati objek wisata Menara Pandang Tele. Kondisi ini membuat banyak wisatawan memilih untuk segera meninggalkan Menara Pandang Tele, karena kawatir kebakaran semakin membesar dan asap sangat pekat.
(eyt)
Lihat Juga :