Ngopi Bareng Masyarakat di Lereng Merapi, Ganjar Bahas Potensi Wisata

Minggu, 31 Juli 2022 - 06:05 WIB
loading...
Ngopi Bareng Masyarakat di Lereng Merapi, Ganjar Bahas Potensi Wisata
Ganjar Pranowo ngopi bareng masyarakat di lereng Gunung Merapi, membahas potensi wisata.Foto/ist
A A A
BOYOLALI - Sejuknya udara di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo , betah berlama-lama di sana. Sambil menyeruput segelas kopi Selo, Ganjar menikmati suasana sore di pegunungan Merapi dan Merbabu.

"Tadi saya coba kopi dari lereng Merapi ini dari Selo. Terus kemudian buat (teknik) vietnam drip ternyata enak," kata Ganjar di Desa Samiran, Sabtu (30/7/2022).

Kedatangan Ganjar ke Desa Samiran untuk menghadiri acara ramah tamah bersama warga Selo bertema Ngopi Gunung, yang diiringi lantunan musik jazz yang turut ditampilkan band setempat.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Warga Bandar Lampung, Saga Gelar Bazar Minyak Murah saat Hadiri Deklarasi Emak-emak

Dalam kegiatan amah tamah bersama warga, Ganjar berdialog untuk membahas potensi wisata di Kecamatan Selo, khususnya potensi desa wisata. Ganjar menyebut, potensi wisata di sana cukup banyak dengan kuliner khas yang bisa disajikan.

Apalagi kopi khas Selo yang sangat mungkin untuk bisa dikembangkan lebih luas lagi. Ganjar menyebut, sejuknya udara Selo cocok dipadukan dengan minuman kopi khas Selo. Diharapkan juga makin banyak wisatawan lokal dan internasional yang berkunjung ke Selo.

"Di Selo di lereng Merapi ini menarik banyak daerah-daerah eksotis, tempatnya indah. Ada desa wisata Sanjaya, kopinya warna-warni artinya banyak dari macam-macam kopi yang tumbuh enak di sini," ujar Ganjar.

Meski demikian, Ganjar mengatakan potensi-potensi yang ada di Selo masih harus diberi pendampingan dan bantuan agar pengembangannya baik.

Contohnya pengembangan homestay yang dibangun di sekitar desa wisata yang ada. Ganjar menyebut, masih ada standarisasi yang harus dipenuhi.

"Cuma mereka butuh dibantu, tadi butuh mesin roastint dan sebagainya. Home stay juga mulai dibuat, sekitar 300-an home stay yang ada di sini. Tapi saya cek, harus ada standarisasi yang harus dilakukan," ungkap Ganjar.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1556 seconds (10.55#12.26)