Legenda Garuda Wisnu Kencana dan Kegigihannya Berbakti pada Orang Tua
Sabtu, 30 Juli 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Resi berpesan kepada kedua putrinya, Kadru dan Winata agar menjaga dengan baik telur-telur itu. Apapun yang menetas harus mereka rawat seperti anak sendiri. Pesan itu dipatuhi dan dilaksanakan Kadru dan Winata.
Telur itu setelah beberapa bulan akhirnya menetas. Telur Kadru menetas dan melahirkan 9 ekor naga. Sementara telur milik Winata menetas dan melahirkan seekor burung. Konon, burung yang menetas dari telur Winata diberi nama Garuda.
Kadru merasa kewalahan memelihara sembilan ekor naga. Kesembilan ekor naga tersebut setiap hari ribut, berlarian ke sana kemari. Kondisi ini menyababkan Kadru tambah pusing dan kewalahan.
Sebaliknya, Winata yang telurnya menetas Garuda, sabar memeliharanya. Winata setiap hari memberinya makan dan membantunya belajar terbang.
Perasaan Kadru dihinggapi rasa iri dan dengki. Setiap hari melihat Winata tidak kerepotan merawat Garuda, Kadru pun merasa dengki. Dia pun mencari rencana jahat, agar Winata mau merawat 9 ekor naga miliknya.
Kadru pun mencari siasat lewat ayahnya. Kadru meminta ayahanda untuk mendatangkan kuda Uchaiswara. Sang ayah pun menyanggupi permintaan putrinya itu. "Baiklah, besok aku akan panggil kuda Uchaiswara kemari," kata Resi Kasiyapa.
Usai menemui ayahnya, Kadru kemudian segera menjumpai Winata untuk mengabarkan perihal kedatangan kuda Uchaiswara. Kadru mengatakan kepada Winata kalau selama ini belum pernah melihat kuda yang bisa terbang itu.
"Wah benarkah, selama ini kita hanya mendengar namanya tapi belum pernah melihat wujud aslinya," sahut Winata. "Bagaimana kita main tebak-tebakan saja. Apa warna kuda itu? Tapi yang kalah harus mematuhi perintah yang menang, bagaimana?" ucap Kadru.
Kadru yang mendengarnya pun marah, lalu dia memerintahkan anak-anak naga nya untuk mencegah kuda Uchaiswara sebelum datang dan menyerangnya dengan semburan api sehingga warna kuda menjadi hitam.
Keesokan harinya, kuda Uchaiswara dalam perjalanan menunju rumah Resi Kasiyapa. Ketika masih dalam perjalanan tanpa disadari Uchaiswara, 9 naga menyemburkan apinya. Akibatnya tubuh Uchaiswara berubah yang awalnya putih menjadi hitam legam.
Kuda Uchaiswara pun sampai di rumah Resi Kasiyapa. "Lihatlah adinda, warnanya hitam. Nah mulai sekarang kami harus memenuhi semua perintahku," ucap Kadru kepada Winata.
Setelah itu sesuai perjanjian, Winata harus mengurus 9 ekor naga. Sedangkan Kadru setiap hari hanya bermalas-malasan. Selama bertahun-tahun Winata harus memelihara 9 ekor naga tersebut, sampai suatu ketika Garuda yang sudah tumbuh dewasa bertanya kepada ibunya Winata.
Telur itu setelah beberapa bulan akhirnya menetas. Telur Kadru menetas dan melahirkan 9 ekor naga. Sementara telur milik Winata menetas dan melahirkan seekor burung. Konon, burung yang menetas dari telur Winata diberi nama Garuda.
Kadru merasa kewalahan memelihara sembilan ekor naga. Kesembilan ekor naga tersebut setiap hari ribut, berlarian ke sana kemari. Kondisi ini menyababkan Kadru tambah pusing dan kewalahan.
Sebaliknya, Winata yang telurnya menetas Garuda, sabar memeliharanya. Winata setiap hari memberinya makan dan membantunya belajar terbang.
Perasaan Kadru dihinggapi rasa iri dan dengki. Setiap hari melihat Winata tidak kerepotan merawat Garuda, Kadru pun merasa dengki. Dia pun mencari rencana jahat, agar Winata mau merawat 9 ekor naga miliknya.
Kadru pun mencari siasat lewat ayahnya. Kadru meminta ayahanda untuk mendatangkan kuda Uchaiswara. Sang ayah pun menyanggupi permintaan putrinya itu. "Baiklah, besok aku akan panggil kuda Uchaiswara kemari," kata Resi Kasiyapa.
Usai menemui ayahnya, Kadru kemudian segera menjumpai Winata untuk mengabarkan perihal kedatangan kuda Uchaiswara. Kadru mengatakan kepada Winata kalau selama ini belum pernah melihat kuda yang bisa terbang itu.
"Wah benarkah, selama ini kita hanya mendengar namanya tapi belum pernah melihat wujud aslinya," sahut Winata. "Bagaimana kita main tebak-tebakan saja. Apa warna kuda itu? Tapi yang kalah harus mematuhi perintah yang menang, bagaimana?" ucap Kadru.
Kadru yang mendengarnya pun marah, lalu dia memerintahkan anak-anak naga nya untuk mencegah kuda Uchaiswara sebelum datang dan menyerangnya dengan semburan api sehingga warna kuda menjadi hitam.
Keesokan harinya, kuda Uchaiswara dalam perjalanan menunju rumah Resi Kasiyapa. Ketika masih dalam perjalanan tanpa disadari Uchaiswara, 9 naga menyemburkan apinya. Akibatnya tubuh Uchaiswara berubah yang awalnya putih menjadi hitam legam.
Kuda Uchaiswara pun sampai di rumah Resi Kasiyapa. "Lihatlah adinda, warnanya hitam. Nah mulai sekarang kami harus memenuhi semua perintahku," ucap Kadru kepada Winata.
Setelah itu sesuai perjanjian, Winata harus mengurus 9 ekor naga. Sedangkan Kadru setiap hari hanya bermalas-malasan. Selama bertahun-tahun Winata harus memelihara 9 ekor naga tersebut, sampai suatu ketika Garuda yang sudah tumbuh dewasa bertanya kepada ibunya Winata.
Lihat Juga :