Pemkab Gowa Siap Dukung Pelaksanaan Kemah Merdeka Toleransi

Rabu, 27 Juli 2022 - 11:02 WIB
loading...
Pemkab Gowa Siap Dukung Pelaksanaan Kemah Merdeka Toleransi
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat menerima audiensi Kepala Kantor Kemenag Sulsel dan Panitia Pelaksana Kemah Merdeka Toleransi, Selasa (26/7/2022). Foto/Istimewa
A A A
GOWA - Pemkab Gowa siap mendukung pelaksanaan Kemah Merdeka Toleransi yang akan dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama ( Kemenag ) Provinsi Sulawesi Selatan di Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, pada tanggal 13-20 Agustus 2022 mendatang.

Hal itu disampaikan Bupati Gowa , Adnan Purichta Ichsan saat menerima audiensi Kepala Kantor Kemenag Sulsel dan Panitia Pelaksana Kemah Merdeka Toleransi di Ruang Rapat Bupati Gowa, Kantor Bupati Gowa, Selasa (26/7/2022).

“Kita support siapa pun yang berkegiatan di Kabupaten Gowa . Apa yang bisa dibantu kami akan bantu, misalnya mobil PDAM kita akan bantu,” kata Adnan.

Baca Juga: Tata Kelola Penyaluran Dana Desa di Gowa Terbaik Ketiga Lingkup Sulsel

Dia menuturkan, Kemah Merdeka Toleransi akan menjadi ajang silaturahmi antar umat beragama di Sulawesi Selatan, sehingga mampu menciptakan situasi yang aman dan tentram.

Karena itu, pihaknya juga mengucapkan terima kasih dengan penunjukan Gowa sebagai tuan rumah. Dan lokasi yang akan digunakan menurut Adnan, sudah tepat karena ini memang sudah sering ditempati untuk berkegiatan.

"Air, listrik juga sudah ada dan tempatnya yang rata, sehingga cocok dan representatif digunakan,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Bupati Adnan juga menyampaikan salah satu program keagamaan Pemkab Gowa, yaitu program Satu Hafiz Satu Desa dan Satu Hafiz Satu Kelurahan. Program ini bekerjasama dengan seluruh desa dan kelurahan dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Nantinya, kata Adnan, para santri ini ketika selesai selain dapat menghapal Al-Quran juga akan mendapatkan gelar S1 dari UIN Alauddin Makassar.

“Kami punya Program Mahasantri dikerjasamankan dengan UIN Alauddin Makassar. Program ini bagian dari program Satu Hafidz Satu Desa dan Satu Hafidz Satu Kelurahan. Para santri ini tiga tahun di rumah tahfidz menghapal Al Quran dan dua semester di UIN kuliah dengan mata kuliah yang berkorelasi dengan hapalan Al Quran,” tambahnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1660 seconds (10.177#12.26)