Polisi Sebut Ada 3 Terduga Pelaku Bullying Bocah SD Perkosa Kucing di Tasikmalaya
Senin, 25 Juli 2022 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
Para terduga pelaku itu kini sudah ditangani oleh pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) dan Balai Pemasyarakatan.
"Jadi yang menginisiasi kejadian itu kemudian yang mem-videokan kemudian yang meng-upload kita masih mendalami, tapi yang tadi itu semuanya di antara mereka semua," terangnya.
Ibrahim memastikan, para terduga pelaku tersebut bakal ditangani dengan menggunakan sistem peradilan anak sesuai aturan yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012.
"Nanti proses dan mekanismenya akan ada perlakukan tertentu. Kita juga sudah melaksanakan koordinasi dengan KPAID kemudian BP2 dan juga dari Bapas sehingga mekanisme sistem yang ada itu sesuai dengan aturan," jelasnya.
Lebih lanjut Ibrahim mengungkapkan bahwa pascaperistiwa tersebut terungkap, sempat ada upaya damai yang dilakukan orang tua korban dan terduga pelaku.
Menurutnya, aksi bullying tersebut terjadi pada tanggal 14 Juni lalu. Setelahnya, korban sempat kembali bermain bersama rekan sebayanya. Namun, saat itu, video saat korban di-bully mulai menyebar di kalangan tetangga korban. "Saat video menyebar itu masih menyebar di kalangan tetangga melalui WhatsApp," katanya.
"Jadi yang menginisiasi kejadian itu kemudian yang mem-videokan kemudian yang meng-upload kita masih mendalami, tapi yang tadi itu semuanya di antara mereka semua," terangnya.
Ibrahim memastikan, para terduga pelaku tersebut bakal ditangani dengan menggunakan sistem peradilan anak sesuai aturan yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012.
"Nanti proses dan mekanismenya akan ada perlakukan tertentu. Kita juga sudah melaksanakan koordinasi dengan KPAID kemudian BP2 dan juga dari Bapas sehingga mekanisme sistem yang ada itu sesuai dengan aturan," jelasnya.
Lebih lanjut Ibrahim mengungkapkan bahwa pascaperistiwa tersebut terungkap, sempat ada upaya damai yang dilakukan orang tua korban dan terduga pelaku.
Menurutnya, aksi bullying tersebut terjadi pada tanggal 14 Juni lalu. Setelahnya, korban sempat kembali bermain bersama rekan sebayanya. Namun, saat itu, video saat korban di-bully mulai menyebar di kalangan tetangga korban. "Saat video menyebar itu masih menyebar di kalangan tetangga melalui WhatsApp," katanya.
Lihat Juga :