Produk Kerajinan Hulu Sungai Utara Paling Laris di Ajang Gernas BBI 2022
Senin, 25 Juli 2022 - 14:43 WIB
loading...
Produk kerajinan dan kuliner Kabupaten Hulu Sungai Utara menjadi yang terlaris di pameran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Banjarmasin, Jumat-Sabtu (22-24/7/2022).
A
A
A
AMUNTAI - Produk kerajinan dan kuliner Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menjadi yang terlaris diperjual-belikan di ajang pameran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang dilaksanakan di Kawasan Siring 0 Kilomter, Banjarmasin, Jumat-Sabtu (22-24/7/2022).
Salah seorang petugas stand Hulu Sungai Utara Sri Yulia Rachmawati di Amuntai, Senin mengatakan total omzet yang diperoleh stand Kabupaten Hulu Sungai Utara mencapai Rp20.390.000, disusul Tabalong Rp14.400.000 dan Kotabaru Rp10.135.000.
"Paling laku terjual produk telur itik alabio, tas kerajinan , sasirangan, ikan segar hasil tangkapan yang dibekukan, produk olahan ikan seperti siomay, pentol, dan sosis serta kerupuk ikan," tuturnya.
Yulia mengatakan, omzet penjualan produk Hulu Sungai Utara setiap harinya lumayan tinggi dimulai pada saat hari pembukaan Jum'at sebesar Rp7.300.000. Paling banyak pembelinya pada Sabtu sebesar Rp9.590.000, karena bertepatan dengan moment malam Minggu di mana banyak warga datang pameran, namun penjualan paling sedikit pada saat penutupan Minggu, yaitu sebesar Rp3.500.000. Pada hari ketiga stok barang/produk juga memang mulai menipis.
![Produk Kerajinan Hulu Sungai Utara Paling Laris di Ajang Gernas BBI 2022]()
"Kita bersyukur saja ternyata produk kerajinan dan kuliner Hulu Sungai Utara banyak digemari masyarakat di Kalsel, semoga bisa berdampak meningkatkan pemasaran produk kita kedepannya," katanya.
Lebih lanjut ia merinci produk Hulu Sungai Utara yang diikutsertakan pada pameran, yaitu berbagai jenis ikan tangkapan yang dibekukan seperti udang galah, ikan betok/papuyu, gurame, baung, grasscarp, sepat, biawanzen, ikan pipih dan lais.
Salah seorang petugas stand Hulu Sungai Utara Sri Yulia Rachmawati di Amuntai, Senin mengatakan total omzet yang diperoleh stand Kabupaten Hulu Sungai Utara mencapai Rp20.390.000, disusul Tabalong Rp14.400.000 dan Kotabaru Rp10.135.000.
"Paling laku terjual produk telur itik alabio, tas kerajinan , sasirangan, ikan segar hasil tangkapan yang dibekukan, produk olahan ikan seperti siomay, pentol, dan sosis serta kerupuk ikan," tuturnya.
Yulia mengatakan, omzet penjualan produk Hulu Sungai Utara setiap harinya lumayan tinggi dimulai pada saat hari pembukaan Jum'at sebesar Rp7.300.000. Paling banyak pembelinya pada Sabtu sebesar Rp9.590.000, karena bertepatan dengan moment malam Minggu di mana banyak warga datang pameran, namun penjualan paling sedikit pada saat penutupan Minggu, yaitu sebesar Rp3.500.000. Pada hari ketiga stok barang/produk juga memang mulai menipis.

"Kita bersyukur saja ternyata produk kerajinan dan kuliner Hulu Sungai Utara banyak digemari masyarakat di Kalsel, semoga bisa berdampak meningkatkan pemasaran produk kita kedepannya," katanya.
Lebih lanjut ia merinci produk Hulu Sungai Utara yang diikutsertakan pada pameran, yaitu berbagai jenis ikan tangkapan yang dibekukan seperti udang galah, ikan betok/papuyu, gurame, baung, grasscarp, sepat, biawanzen, ikan pipih dan lais.
Lihat Juga :