Biadab! KKB Rilis Video Pembunuhan Sadis Penambang Emas di Korowai Papua
Rabu, 20 Juli 2022 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Pembunuhan sadis ini adalah kali kedua kelompok separatis bersenjata ini melakukan aksinya terhadap warga sipil.
Dalam video tersebut, Bocor Sobolim memberikan ancaman serius bahwa pihaknya tidak akan main-main bagi para warga perantauan di wilayah mereka.
“Ingat, kami tidak akan main-main. (Kami) bukan bunuh, buang (jenazah). (tapi) sekarang (kami) bawa pulang kepala. Kepalanya ada di honai ini. Sekarang lihat sama-sama. Ini kepalanya, melihat, ini kepala manusia, bukan apa ini. Ini bocor yang punya makanan ini,” ungkap Bocor Sobolim dalam video tersebut sambil memperlihatkan sepotong benda yang diduga merupakan kepala manusia.
Baca juga: Bantai 11 Warga Sipil, KKB Nduga Kelompok Militan Muda Pimpinan Egianus Kogoya
Selain memberikan ancaman, Bocor Sobolim juga memberikan pernyataan tegas mereka soal pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Papua. Pihak TPNPB OPM menolak dengan tegas adanya pemekaran di Tanah Papua.
Bocor Sobolim mengancam, jika pemekaran dilanjutkan maka warga sipil di wilayah kekuasaannya akan dijadikan sasaran pembunuhan.
Dalam video tersebut, Bocor Sobolim memberikan ancaman serius bahwa pihaknya tidak akan main-main bagi para warga perantauan di wilayah mereka.
“Ingat, kami tidak akan main-main. (Kami) bukan bunuh, buang (jenazah). (tapi) sekarang (kami) bawa pulang kepala. Kepalanya ada di honai ini. Sekarang lihat sama-sama. Ini kepalanya, melihat, ini kepala manusia, bukan apa ini. Ini bocor yang punya makanan ini,” ungkap Bocor Sobolim dalam video tersebut sambil memperlihatkan sepotong benda yang diduga merupakan kepala manusia.
Baca juga: Bantai 11 Warga Sipil, KKB Nduga Kelompok Militan Muda Pimpinan Egianus Kogoya
Selain memberikan ancaman, Bocor Sobolim juga memberikan pernyataan tegas mereka soal pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Papua. Pihak TPNPB OPM menolak dengan tegas adanya pemekaran di Tanah Papua.
Bocor Sobolim mengancam, jika pemekaran dilanjutkan maka warga sipil di wilayah kekuasaannya akan dijadikan sasaran pembunuhan.
Lihat Juga :