Yasonna Laoly Tekankan 4 Hal saat Doa Kumham untuk Indonesia Digelar

Selasa, 19 Juli 2022 - 13:39 WIB
loading...
Yasonna Laoly Tekankan...
Jajaran Kemenkumham Sulsel mengikuti Doa Kumham secara virtual, Senin (18/7/2022). Foto: Humas Kemenkumham Sulsel
A A A
JAKARTA - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menggelar kegiatan Doa Kumham untuk Indonesia dalam rangka peringatan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77 tahun 2022 di Graha Pengayoman, Senin 18 Juli kemarin.

Kakanwil Kemenkumham Sulsel , Liberti Sitinjak beserta para kepala divisi dan jajaran pada unit pelaksana teknis (UPT) Sulsel, mengikuti kegiatan ini secara virtual.

Baca juga:Pekan Olahraga dan Seni Narapidana Perempuan Digelar di LPP Sungguminasa

Para pemuka agama hadir langsung di tempat memandu doa yang dipanjatkan oleh seluruh insan pengayoman, demi kejayaan bangsa Indonesia. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional “Indeks Layanan: Menakar Akselerasi Kinerja Kemenkumham” diikuti oleh insan pengayoman tingkat pusat dan daerah.

Keynote Speaker, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menggambarkan indahnya perbedaan, namun juga semangat kebersamaan yang dipersatukan oleh rasa cinta tanah air.

“Reformasi Birokrasi merupakan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi, dalam rangka memastikan terciptanya perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik serta pelayanan publik yang prima dan berkualitas,” ungkap Yasonna.

Menkumham memaparkan, dalam mewujudkan kinerja Kemenkumham semakin PASTI dan BerAKHLAK, diperlukan pemantauan serta evaluasi yang terukur, terhadap kinerja penyelenggara pelayanan publik secara berkala dan berkelanjutan

Kemenkumham telah melakukan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) sejak tahun 2015. Pengukuran indeks ini bukan hanya sebagai tools evaluasi, tapi juga wujud nyata keterlibatan pengguna layanan guna menghasilkan kebijakan yang partisipatif.

Proses perbaikan layanan menjadi tanggung jawab bersama. Pelibatan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan, agar layanan Kementerian Hukum dan HAM menjadi layanan yang partisipatif, inklusif, dan adaptif.

Baca juga:Kemenkumham Sulsel Evaluasi Dua Desa Sadar Hukum di Bulukumba

Menutup paparannya, Menkumham Yasonna Laoly secara khusus mengajak insan pengayoman Kemenkumham, untuk melakukan pelayanan dengan sepenuh hati dan semangat kebersamaan.

Ia menitip empat pesan untuk menjaga kebersamaan dari setiap anggota dan pimpinan yang akan sangat menentukan kemajuan dan perkembangan Kementerian Hukum dan HAM.

Pertama, adanya sense of belonging terhadap Kemenkumham. Kedua tidak egois, belajar menurunkan ego demi kepentingan bersama. Tiga, kerendahan hati yang akan menghindarkan dari rasa benci, iri hati, dan timbulnya kelompok yang tersegmentasi. Terakhir, semangat kekeluargaan, setiap Insan Pengayoman memiliki peran dan sumbangsih yang berbeda-beda.

Sementara itu, penyelenggara kegiatan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami melaporkan, tujuan doa Kumham untuk Indonesia yaitu agar Indonesia menjadi semakin kuat dan semangat untuk bangkit menuju Indonesia jaya dan sejahtera.

"Mendoakan Kemenkumham agar semakin PASTI dalam berkarya untuk negeri, serta sebagai wujud kerukunan antar umat beragama,” kata dia.

Adapun kegiatan seminar nasional bertujuan untuk memetakan isu aktual yang relevan terkait permasalahan dalam pelayanan publik kemenkumham serta menghasilkan solusi perbaikan yang berkelanjutan dalam rangka mendukung program strategi nasional pencegahan korupsi atau Stranas PK.

Baca juga:Penyelundupan Diduga Sabu di Lapas Takalar Berhasil Digagalkan

Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Wamenkumham Edward O.S. Hiariej dan Komjen Pol. Andap Budhi Revianto.

Setelah prosesi doa Kumham untuk Indonesia dilanjutkan dengan seminar nasional dengan menghadirkan narasumber Sekretaris Utama Kemenpan RB Rini Widyatini, Kapus Litbang Kebijakan Balitbang Kumham Syarifuddin, Ketua Dewan Guru Besar Ilmu Administrasi UI Prof Dr Amy YS Rahayu, dan Pengguna Layanan KI Dr Justisiari Perdana Kusumah.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5.881 Napi di Sulsel...
5.881 Napi di Sulsel Terima Remisi Kemerdekaan, 73 Orang Langsung Bebas
Menkumham Yasonna: Panduan...
Menkumham Yasonna: Panduan Do's and Don'ts untuk Wisman Hanya Berlaku di Bali
Menkumham Yasonna: Pangkas...
Menkumham Yasonna: Pangkas Rantai Birokrasi Pengurusan Dokumen Lintas Negara
Anak Hasil Kawin Campur...
Anak Hasil Kawin Campur Banyak yang Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
Imigrasi Siapkan Jalur...
Imigrasi Siapkan Jalur Khusus untuk Delegasi GPDRR di Bali
Saffar Godam Dicecar...
Saffar Godam Dicecar KPK soal Tim Pencarian Harun Masiku Bentukan Yasonna Laoly
Yasonna Laoly Tepis...
Yasonna Laoly Tepis Tudingan Copot Dirjen Imigrasi untuk Samarkan Jejak Harun Masiku
Yasonna Laoly Dicekal,...
Yasonna Laoly Dicekal, Guntur Romli: KPK Agresif Kriminalisasi PDIP
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved