Jembatan Gantung Penghubung 2 Kecamatan di Garut Putus Diterjang Banjir, 1 Perahu Karet Disiagakan
Senin, 18 Juli 2022 - 01:08 WIB
loading...
A
A
A
Jembatan gantung ini sebelumnya dibangun melalui bantuan Gubernur Jawa Barat, pada tahun 2020. Ketika itu, jembatan gantung tersebut dibangun karena dinilai sangat penting bagi masyarakat di kedua wilayah.
"Keberadaan jembatan gantung ini sangat vital bagi masyarakat, sebagai sarana menyebrang anak sekolah, hingga mengangkut hasil bumi seperti pertanian, peternakan, dan perikanan," ujarnya.
Baca juga: Asyik Ngamar Bareng 2 Wanita Tanpa Baju, Pemuda Panik Digerebek Petugas Gabungan
Menurutnya, akses menyebrangi sungai selama ini lebih efisien bagi warga bila dibandingna dengan memutar arah. Iwan menjelaskan, untuk sarana penyebrangan siswa sekolah, jembatan gantung ini digunakan bagi anak-anak TK Nurul Huda, SDN Tegal Kalapa, SMPN 2 Banyuresmi, dan SMAN 25.
"Kalau anak-anak lewat jembatan gantung ini paling hanya memerlukan waktu tempuh lima menit. Sementara jika memutar bisa memakan waktu 30 menit. Sebelum ada jembatan gantung warga menyebrang menggunakan rakit, sekarang jembatan yang baru dioperasikan 2020 lalu terputus akibat luapan Sungai Cimanuk," ungkapnya.
Untuk menanggulangi terputusnya akses masyarakat dalam menyebrangi sungai, pihak pemerintah desa berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Sebagai tahap awal, Polres Garut melalui Satpolairud menyiapkan satu unit perahu karet untuk penyebrangan darurat.
Baca juga: Video Wanita Cantik ASN Satpol PP Buka Baju Seragam Bikin Gempar OKI
"Keberadaan jembatan gantung ini sangat vital bagi masyarakat, sebagai sarana menyebrang anak sekolah, hingga mengangkut hasil bumi seperti pertanian, peternakan, dan perikanan," ujarnya.
Baca juga: Asyik Ngamar Bareng 2 Wanita Tanpa Baju, Pemuda Panik Digerebek Petugas Gabungan
Menurutnya, akses menyebrangi sungai selama ini lebih efisien bagi warga bila dibandingna dengan memutar arah. Iwan menjelaskan, untuk sarana penyebrangan siswa sekolah, jembatan gantung ini digunakan bagi anak-anak TK Nurul Huda, SDN Tegal Kalapa, SMPN 2 Banyuresmi, dan SMAN 25.
"Kalau anak-anak lewat jembatan gantung ini paling hanya memerlukan waktu tempuh lima menit. Sementara jika memutar bisa memakan waktu 30 menit. Sebelum ada jembatan gantung warga menyebrang menggunakan rakit, sekarang jembatan yang baru dioperasikan 2020 lalu terputus akibat luapan Sungai Cimanuk," ungkapnya.
Untuk menanggulangi terputusnya akses masyarakat dalam menyebrangi sungai, pihak pemerintah desa berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Sebagai tahap awal, Polres Garut melalui Satpolairud menyiapkan satu unit perahu karet untuk penyebrangan darurat.
Baca juga: Video Wanita Cantik ASN Satpol PP Buka Baju Seragam Bikin Gempar OKI
Lihat Juga :