Cerita Basoeki Abdullah dan Misteri Lukisan Nyai Roro Kidul yang Diborong Bos Gudang Garam
Senin, 18 Juli 2022 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Pengalamanan mistis, yakni ditelpon perempuan misterius, dan lantas berjalan menuju tepi pantai dan melihat sesuatu yang tak biasa, ia wujudkan ke dalam lukisan sosok Nyai Roro Kidul. Sepulang dari Pelabuhan Ratu, Basoeki Abdullah menyiapkan kanvas berukuran besar. Goresan kanvasnya membentuk sosok Nyai Roro Kidul yang tengah melesat keluar dari permukaan samudera.
Gestur rambut panjang Nyai dilukiskan tengah berkibar diterpa angin. Di atas rambut bertahta mahkota kerajaan. Basoeki Abdullah melukiskan pakaian Nyai Roro Kidul berwarna hijau gadung dengan hiasan sabuk emas berkilau-kilau. Di samping dan belakang sosok berparas cantik rupawan itu, Basoeki melukis tujuh kuda yang tampaknya selalu mengikuti. Wiwien, salah seorang staf Basoeki Abdullah mengikuti proses pembuatan lukisan dari awal hingga selesai.
Ia juga mengetahui bagaimana lukisan berukuran besar tersebut kemudian dibeli oleh perusahaan rokok Gudang Garam, Kediri. “Lukisan berukuran besar tersebut dibeli perusahaan rokok Gudang Garam, yang kemudian dipajang di kantor dengan penuh khidmat dan kehormatan,” demikian dikutip dari Basoeki Abdullah, Sang Hanoman Keloyongan.
Konon, Tjoa Ing Hwie alias Surya Wonowidjojo pendiri Pabrik Rokok Gudang Garam Kediri merupakan pengagum lukisan Basoeki Abdullah, terutama yang bertema Nyai Roro Kidul. Lukisan Nyai Roro Kidul dengan tujuh ekor kuda adalah pesanan terakhirnya sebelum meninggal dunia pada tahun 1985 di usia 62 tahun.
Pada kisaran menjelang tahun 1990-an, Basoeki Abdullah dan beberapa stafnya pernah berusaha menyambangi lukisan itu di kantor Gudang Garam di Kediri. Di ruangan itu sejumlah lukisan Basoeki Abdullah tengah dipajang. Puluhan lukisan Basoeki yang lain juga dikeluarkan dari tempat penyimpanan.
“Tetapi lukisan tentang Nyai (Nyai Roro Kidul dengan tujuh kuda) tetap tidak dikeluarkan,” tulis Agus Dermawan T dalam Basoeki Abdullah, Sang Hanoman Keloyongan.
Gestur rambut panjang Nyai dilukiskan tengah berkibar diterpa angin. Di atas rambut bertahta mahkota kerajaan. Basoeki Abdullah melukiskan pakaian Nyai Roro Kidul berwarna hijau gadung dengan hiasan sabuk emas berkilau-kilau. Di samping dan belakang sosok berparas cantik rupawan itu, Basoeki melukis tujuh kuda yang tampaknya selalu mengikuti. Wiwien, salah seorang staf Basoeki Abdullah mengikuti proses pembuatan lukisan dari awal hingga selesai.
Ia juga mengetahui bagaimana lukisan berukuran besar tersebut kemudian dibeli oleh perusahaan rokok Gudang Garam, Kediri. “Lukisan berukuran besar tersebut dibeli perusahaan rokok Gudang Garam, yang kemudian dipajang di kantor dengan penuh khidmat dan kehormatan,” demikian dikutip dari Basoeki Abdullah, Sang Hanoman Keloyongan.
Konon, Tjoa Ing Hwie alias Surya Wonowidjojo pendiri Pabrik Rokok Gudang Garam Kediri merupakan pengagum lukisan Basoeki Abdullah, terutama yang bertema Nyai Roro Kidul. Lukisan Nyai Roro Kidul dengan tujuh ekor kuda adalah pesanan terakhirnya sebelum meninggal dunia pada tahun 1985 di usia 62 tahun.
Pada kisaran menjelang tahun 1990-an, Basoeki Abdullah dan beberapa stafnya pernah berusaha menyambangi lukisan itu di kantor Gudang Garam di Kediri. Di ruangan itu sejumlah lukisan Basoeki Abdullah tengah dipajang. Puluhan lukisan Basoeki yang lain juga dikeluarkan dari tempat penyimpanan.
“Tetapi lukisan tentang Nyai (Nyai Roro Kidul dengan tujuh kuda) tetap tidak dikeluarkan,” tulis Agus Dermawan T dalam Basoeki Abdullah, Sang Hanoman Keloyongan.
(nic)
Lihat Juga :