GKR Hemas dan KPAI Apresiasi Pengungkapan Sindikat Paedofil Online

Rabu, 13 Juli 2022 - 22:31 WIB
loading...
GKR Hemas dan KPAI Apresiasi...
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Daerah Istimewa Yogyakarta (TP PKK DIY) Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas. Foto: Istimewa
A A A
YOGYAKARTA - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Daerah Istimewa Yogyakarta (TP PKK DIY) Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengapresiasi jajaran Polda DIY yang berhasil mengungkap kasus sindikat paedofil online.

Dia pun menyambut baik sinergitas antara Polda DIY dan lembaga terkait dalam memberantas kasus tersebut.

GKR Hemas mengaku prihatin dengan kembali maraknya kejahatan seksual yang kini sudah menyasar kalangan anak-anak dan remaja. Untuk mencegah atau meminimalisir kejahatan tersebut, pihaknya akan melibatkan PKK untuk mengedukasi anak sejak dini menyadari bahaya tersebut.

Baca juga: Geger! Sindikat Paedofil Online Dibongkar, Polda DIY Tangkap 8 Pelaku di 6 Provinsi

“Turut aktif mencegah adalah ide yang cemerlang dan strategi yang sangat tepat,” kata GKR Hemas dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris TP PKK DIY Anggi Bambang saat konperensi pers di Mapolda DIY, Rabu (13/7/2022).

GKR Hemas juga menyinggung bahaya penyalahgunaan narkoba pada anak-anak. Menurutnya semua pihak harus bersinergi dan terus bersama-sama berupaya menekan dan memberangusnya.



Untuk itu, kekuatan moral masyarakat harus dibangun mulai dari keluarga. Sebab ibu menjadi tiang utama dalam pembentukan karakter anak. “Dengan cara itulah, kita berikhtiar menjauhkan anak-anak dan setiap anggota keluarga dari jalan yang penuh kegelapan dan bahaya,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto juga mengapresiasi jajaran Ditreskrimsus Polda DIY karena telah berhasil membongkar jaringan pelaku paedofil online di 6 provinsi di Indonesia.

Baca juga: Heboh Kasus Paedofil Online, Polda DIY Ungkap Peran 7 Pelaku

Menurut dia, kasus ini sangat besar dan dampaknya luar biasa bagi anak-anak kita. “Dari pengungkapan kasus ini minimal banyak anak-anak yang diselamatkan dari bahaya pornografi,” ujarnya.

Susanto mengatakan, berdasarkan data KPAI, tren kejahatan siber dan pornografi secara nasional menduduki urutan ketiga. Pertama kasus kekerasan fisik dan visikis, kedua kejatan seksual terhadap anak dan ketiga anak korban siber dan pornografi.

"Pengungkap kasus ini merupakan rangkaian sukses kita mencegah peluang kasus yang sama di kemudian hari. Apalagi saat ini adalah era digital, anak-anak kita cukup banyak yang mengakses media sosial, “ ujar Susanto.

Berdasarkan survai KPAI, lanjut Susanto, 25% anak-anak mengakses 5 jam lebih media digital. Artinya, proteksi orang tua dan intraksi lemah dalam penggunaan media digital dan anak menjadi korban itu cukup tinggi.

Baca juga: Mencengangkan! Polda DIY Temukan 3.800 Video dan Foto di HP Milik Pelaku Child Grooming

Dosen Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Jakarta menjelaskan, kasus ini harus menjadi perhatian para orang tua. Pada jaman dulu ketika melihat anaknya sudah ada di rumah pada sore hari sudah merasa aman.

Diketahui, penyidik Ditreskrimsus Polda DIY membongkar sindikat pelaku pedofile online di 6 provinsi di Indonesia. Tujuh tersangka berhasil ditangkap di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Mereka adalah FAS,23, SK, 45, ACP,21, RSA,17, DDI, Diki, 19, AA, 27, dan AM,39.

Direktur Reskrimsus Polda DIY Kombes Pol Roberto Pasaribu mengungkapkan terbongkarnya kasus ini berawal dari informasi Bhabinkamtibmas Desa Argosari Sedayu Bantul bahwa ada tiga anak berusia 10 tahun telah dihubungi melalui aplikasi video call Seks dari orang yang tidak dikenal.

“Kemudian tim Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda DIY menelusuri informasi tersebut dan menemukan beberapa akun group WhatssApp (WA) dan Facebook yang mendistribusikan konten atau dokumen pornografi anak di media sosial dan media online,” ujarnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Polri Buru Aktor Utama...
Polri Buru Aktor Utama Sindikat Judol Internasional melalui Aliran Dana
Sindikat Judi Online...
Sindikat Judi Online di Hayam Wuruk Sudah Beroperasi 2 Bulan, Sewa Kantor untuk Setahun
Rekomendasi
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved