Berbobot 900 Kg, Afgan Sapi dari Lembang Jadi Hewan Kurban Presiden Jokowi

Sabtu, 09 Juli 2022 - 06:04 WIB
loading...
Berbobot 900 Kg, Afgan Sapi dari Lembang Jadi Hewan Kurban Presiden Jokowi
Sapi jenis Simental bernama Afgan milik peternak Kampung Gunung Putri, RT 02/10 Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, KBB, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Joko Widodo di Hari Raya Idul Adha tahun ini. Foto/Dok.Pribadi
A A A
BANDUNG BARAT - Sapi milik Doni Ramdani warga Kampung Gunung Putri, RT 02/10 Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terpilih menjadi hewan kurban Presiden Joko Widodo.

Hewan kurban pilihan orang nomor satu di Indonesia itu memiliki kulit berwarna coklat putih bersih dengan bobot 900 kilogram. Sapinya berjenis Simental dengan usia 2,5 tahun dan diberi nama Afgan.

"Alhamdulillah, sapi saya (Afgan) dibeli untuk hewan kurban Presiden Jokowi," ucapnya, Jumat (8/7/2022).

Baca juga: Mantap! Warga Sumsel Kebagian Sapi Kurban Seberat 1,69 Ton dari Presiden Jokowi

Doni memgaku sangat bangga lantaran Afgan terpilih menjadi hewan kurban untuk presiden di Hari Raya Idul Adha 1443 H ini. Soal harga dirinya enggan untuk menyebutkan. Namun hewan peliharaannya tersebut mendapat harga jual yang lebih tinggi dari sapi umum lainnya.

Hal itu dikarenakan perlakuannya selama ini juga memang khusus dan berbeda dengan sapi biasa. Setiap hari pakannya selalu diperhatikan baik kualitas maupun hygienitasnya. Kemudian kebersihan kandang, sanitasi, dan kesehatannya juga diperhatikan dengan baik.

"Perawatannya spesial makanya harganya lebih tinggi, bahkan sehari selalu dimandikan sampai dua kali," terangnya.

Sebenarnya sapi yang ditawarkan milik dirinya dan sang kakak ada dua ekor, Afgan dan Ucok. Namun, setelah melalui proses panjang dengan pemeriksaan yang cukup teliti hanya Afgan yang terpilih. Dirinya berharap dibelinya sapi miliknya oleh presiden diharapkan bisa jadi motivasi bagi para peternak lainnya di KBB.

Meskipun diakuinya sebelum dibeli, sapinya harus menjalani pemeriksaan yang ketat karena ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Setelah ada rekomendasi dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) dan Balai Ventiriner Subang akhirnya sapinya bisa terpilih.

"Ini jadi kebanggaan bagi saya dan juga KBB karena memang proses seleksi pembeliannya tidak mudah. Semoga jadi pelecut bagi peternak lain untuk bisa mengharumkan nama daerah," pungkasnya.
(msd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2167 seconds (11.210#12.26)