Sederet Pekerjaan Rumah Menanti Makassar untuk Raih Predikat KLA
Rabu, 06 Juli 2022 - 22:03 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Rohika juga menyebut Makassar menjadi salah satu kota dengan angka kekerasan anak cukup tinggi. Namun di sisi lain, hal ini bisa dianggap positif lantaran tingginya kasus bisa jadi disebabkan oleh keberanian pihak korban atau orang tua untuk melaporkan kasus.
"Yang harus dilanjutkan adalah sistemnya. Ketika ada pelaporan, bagaimana sistem merespons cepat. Meskipun koordinasi penanganan kekerasan itu penting, tapi upaya pencegahannya ini menjadi penting untuk ke depan. Ketika kekerasan terjadi, negara harus hadir cepat dalam penanganannya," tegasnya.
Secara nasional, kata dia, belum banyak kabupaten dan kota yang siap untuk memperoleh predikat KLA. Sebab untuk memenuhi 24 indikator KLA , semua harus terjamin mulai dari sistem perencanaan sampai implementasi dan monitoring.
"Dan itu tidak mudah ternyata. Sekarang ini masih tahapan menuju KLA. Dan untuk menuju ke sana beberapa kabupaten kota belum siap. Predikatnya kan ada Pratama, Madya, Nindya, Utama, baru KLA," urainya.
Sejauh ini, ada baru beberapa kabupaten kota yang meraih predikat Utama, seperti Surabaya, Solo, Jogyakarta, dan Denpasar. Sementara Makassar , pada tahun 2021 lalu hanya meraih predikat Madya, setelah sebelumnya menyabet kategori Nindya.
"Ini beberapa sudah ada yang utama, tapi yang menuju KLA harus melibatkan banyak pihak, belum banyak yang siap untuk menyandang predikat benar-benar layak anak," katanya.
"Ini kita lihat selanjutnya siapa yang akan ke Utama. Kalau sudah Utama, kami dampingi lagi untuk benar-benar menjadi KLA, karena harus ada pendampingan khusus lagi. Jangan sampai ada gugatan masyarakat," tandas dia.
"Yang harus dilanjutkan adalah sistemnya. Ketika ada pelaporan, bagaimana sistem merespons cepat. Meskipun koordinasi penanganan kekerasan itu penting, tapi upaya pencegahannya ini menjadi penting untuk ke depan. Ketika kekerasan terjadi, negara harus hadir cepat dalam penanganannya," tegasnya.
Secara nasional, kata dia, belum banyak kabupaten dan kota yang siap untuk memperoleh predikat KLA. Sebab untuk memenuhi 24 indikator KLA , semua harus terjamin mulai dari sistem perencanaan sampai implementasi dan monitoring.
"Dan itu tidak mudah ternyata. Sekarang ini masih tahapan menuju KLA. Dan untuk menuju ke sana beberapa kabupaten kota belum siap. Predikatnya kan ada Pratama, Madya, Nindya, Utama, baru KLA," urainya.
Sejauh ini, ada baru beberapa kabupaten kota yang meraih predikat Utama, seperti Surabaya, Solo, Jogyakarta, dan Denpasar. Sementara Makassar , pada tahun 2021 lalu hanya meraih predikat Madya, setelah sebelumnya menyabet kategori Nindya.
"Ini beberapa sudah ada yang utama, tapi yang menuju KLA harus melibatkan banyak pihak, belum banyak yang siap untuk menyandang predikat benar-benar layak anak," katanya.
"Ini kita lihat selanjutnya siapa yang akan ke Utama. Kalau sudah Utama, kami dampingi lagi untuk benar-benar menjadi KLA, karena harus ada pendampingan khusus lagi. Jangan sampai ada gugatan masyarakat," tandas dia.
Lihat Juga :