Datuk Badiuzzaman, Raja Sunggal yang Diasingkan Belanda ke Cianjur
Rabu, 06 Juli 2022 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
Datuk Badiuzzaman juga menguasai Bahasa Arab dan Ilmu Tauhid, serta hukum syariat Islam. Salah satu gurunya adalah Syekh Maulana Muchtar penasihat spiritual kerajaan Sunggal zaman Datuk Abdullah Ahmad Sri Indera Pahlawan Surbaki.
Selain itu, sebagai putra seorang penguasa tanah Sunggal sangat tekun mempelajari adat istiadat Karo/Melayu di daerah Sunggal, Jejabi, Kinangkung, dan Desa Gajah di bawah bimbingan tokoh-tokoh adat Melayu dan Karo yang sebagian merupakan keturunan dari Ator Surbakti dan Adir Surbakti.
Lebih dari 23 tahun lamanya, Datuk Badiuzzaman melakukan perjuangan melawan Belanda yang merebut tanah perkebunan rakyat Sunggal untuk dijadikan perkebunan tembakau.
Ketika berumur 26 tahun, Datuk Badiuzzaman bersama-sama dengan pejuang lainnya berhasil mempersatukan masyarakat Sunggal, masyarakat Gayo dan Aceh, untuk melawan Belanda.
Mirisnya, ia juga harus berhadapan dengan suku bangsa sendiri, yakni Deli dan Langkat yang memihak kepada Belanda. Baca: Kisah Pangeran Diponegoro Sebelum Ditangkap, Sempat Guyon Santai dengan Jenderal De Kock.
Selain itu, sebagai putra seorang penguasa tanah Sunggal sangat tekun mempelajari adat istiadat Karo/Melayu di daerah Sunggal, Jejabi, Kinangkung, dan Desa Gajah di bawah bimbingan tokoh-tokoh adat Melayu dan Karo yang sebagian merupakan keturunan dari Ator Surbakti dan Adir Surbakti.
Lebih dari 23 tahun lamanya, Datuk Badiuzzaman melakukan perjuangan melawan Belanda yang merebut tanah perkebunan rakyat Sunggal untuk dijadikan perkebunan tembakau.
Ketika berumur 26 tahun, Datuk Badiuzzaman bersama-sama dengan pejuang lainnya berhasil mempersatukan masyarakat Sunggal, masyarakat Gayo dan Aceh, untuk melawan Belanda.
Mirisnya, ia juga harus berhadapan dengan suku bangsa sendiri, yakni Deli dan Langkat yang memihak kepada Belanda. Baca: Kisah Pangeran Diponegoro Sebelum Ditangkap, Sempat Guyon Santai dengan Jenderal De Kock.
Lihat Juga :