Santri Rumah Tahfidz Pemkab Gowa Bakal Kantongi Ijazah UIN Alauddin
Selasa, 05 Juli 2022 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga:Pemerintah Kabupaten Gowa Bakal Lelang 10 Jabatan Eselon II
Untuk diketahui, implementasi program Rumah Tahfidz ini merupakan salah satu program prioritas Kabupaten Gowa di bidang keagamaan dan pendidikan, dalam hal peningkatan SDM khususnya di Kabupaten Gowa.
"Jadi, dengan program kerja sama ini, setiap santri yang menyelesaikan studi di Rumah Tahfidz akan juga mendapatkan gelar sarjana dari UIN Alauddin . Ditambah dengan Program 1 Desa 1 Sarjana, nantinya setiap tahun akan ada 334 sarjana baru di Kabupaten Gowa," tambahnya.
Ditemui usai kunjungan, Rektor UIN Alauddin , Prof Hamdan Juhanis menyatakan bahwa konsep kerja sama ini sudah sangat detail dan konkrit. Nantinya, santri yang belajar di Rumah Tahfidz juga akan menjadi mahasiswa di UIN Alauddin.
Baca juga:Dorong Investasi di Bidang Olahraga, Priska Adnan Resmikan Sekolah Berkuda
"Jadi, bukan hanya menghafal kitab suci Al Qur'ab dengan baik, tetapi dengan ajaran-ajaran yang sangat inklusif sehingga dapat menjadi sarjana yang dibutuhkan oleh negara. Itulah yang kita bicarakan dalam kerja sama ini," tegasnya.
Untuk diketahui, implementasi program Rumah Tahfidz ini merupakan salah satu program prioritas Kabupaten Gowa di bidang keagamaan dan pendidikan, dalam hal peningkatan SDM khususnya di Kabupaten Gowa.
"Jadi, dengan program kerja sama ini, setiap santri yang menyelesaikan studi di Rumah Tahfidz akan juga mendapatkan gelar sarjana dari UIN Alauddin . Ditambah dengan Program 1 Desa 1 Sarjana, nantinya setiap tahun akan ada 334 sarjana baru di Kabupaten Gowa," tambahnya.
Ditemui usai kunjungan, Rektor UIN Alauddin , Prof Hamdan Juhanis menyatakan bahwa konsep kerja sama ini sudah sangat detail dan konkrit. Nantinya, santri yang belajar di Rumah Tahfidz juga akan menjadi mahasiswa di UIN Alauddin.
Baca juga:Dorong Investasi di Bidang Olahraga, Priska Adnan Resmikan Sekolah Berkuda
"Jadi, bukan hanya menghafal kitab suci Al Qur'ab dengan baik, tetapi dengan ajaran-ajaran yang sangat inklusif sehingga dapat menjadi sarjana yang dibutuhkan oleh negara. Itulah yang kita bicarakan dalam kerja sama ini," tegasnya.
Lihat Juga :