Kisah Pangeran Diponegoro Sebelum Ditangkap, Sempat Guyon Santai dengan Jenderal De Kock

Selasa, 05 Juli 2022 - 07:05 WIB
loading...
A A A
Pada 16 Februari 1830, Pangeran Diponegoro bersedia bertemu Kolonel Jan Baptis Cleerens di Remokamal. Ia datang bersama sejumlah pengawal dan panglimanya, termasuk menyandang keris pusaka Kiai Ageng Bondoyudo. Memang tidak ada kesepakatan, namun pertemuan itu berlangsung lancar dan penuh keakraban.

Diponegoro dan Cleerens saling bertukar lelucon. Diponegoro bercanda tidak minta disambut tembakan kehormatan salvo dari Belanda, karena selama perang Belanda telah melepaskan lebih dari 100.000 kali tembakan untuk menghormatinya.

Karena Jenderal De Kock masih melakukan perjalanan dari Batavia, Cleerens membujuk Diponegoro melanjutkan perjalanan dengannya, dan menunggu di Menoreh, yakni wilayah kekuasaan Belanda yang berada di perbatasan Begelen dan Kedu.

Cleerens mengulangi janji De Kock tentang jaminan keamanan bahwa Diponegoro tidak akan diapa-apakan. Diponegoro diperlakukan penuh rasa hormat, disapa dengan sebutan sultan. Cleerens juga berkomunikasi langsung dengan bahasa Melayu tanpa penerjemah.

Pangeran Diponegoro mengiyakan. Sepanjang jalan yang dilewati penduduk mengelu-elukannya. Saat tiba di Menoreh pada 21 Februari 1830, rombongan Diponegoro berlipat menjadi 700 orang.

“Pangeran menginap lima belas hari di garnisun kota sebelum berangkat ke Magelang pada 8 Maret,” kata Peter Carey. Pangeran Diponegoro sempat menolak melanjutkan perjalanan ke Magelang dengan alasan kunjungannya bertemu De Kock hanya sebatas ramah tamah.

Namun akhirnya berhasil dibujuk sesuai rencana awal. Saat bertemu Pangeran Diponegoro, Jenderal De Kock memperlihatkan sikap persahabatan sekaligus penuh dengan rasa hormat. Termasuk ibu, putri dan dua putra Diponegoro yang masih belia, diizinkan untuk bergabung.

Perjumpaan itu berlangsung dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Mereka saling bertukar cerita lelucon dan menemukan kesenangan yang sama saat bertemu. Kedekatan itu juga dibangun oleh keadaan yang sama-sama masih dilanda duka karena kematian istri masing-masing.

Namun sebagai panglima tertinggi tentara Belanda, Jenderal De Kock tetap tidak melupakan tugasnya. Tumenggung Mangunkusumo, mata-matanya dari karsidenan Kedu yang berhasil diselundupkan dalam rombongan Pangeran Diponegoro, memberi laporan bahwa Diponegoro tetap kukuh dengan pendiriannya.

Pangeran Diponegoro sudah bulat pada niatnya untuk menjadi Ratu paneteg panatagama wonten ing Tanah Jawa sedaya (raja pemelihara dan pengatur agama di seluruh Tanah Jawa). Kolonial Belanda tidak mungkin mewujudkan keinginan Diponegoro tanpa lebih dulu berkompromi dengan para raja Jawa.

Pada Minggu 28 Maret 1830, tepat hari kedua lebaran, Jenderal De Kock memutuskan menangkap Pangeran Diponegoro. Pangeran Jawa itu kemudian dibawa ke Batavia dan diasingkan ke Makassar hingga meninggal dunia pada tahun 1855. Saat penangkapan itu sebanyak 800 orang pengikutnya dilucuti. Berakhir sudah Perang Jawa.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Cerita Haru Karyawan...
Cerita Haru Karyawan Difabel Rokok HS: Dulu Sering Ditolak Kerja, Kini Bisa Lunasi Utang
Kala Warga dan Anak-Anak...
Kala Warga dan Anak-Anak Sekolah Antusias Sapa Prabowo di Magelang
Prabowo Dijadwalkan...
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Pabrik Mobil Listrik di Magelang Besok
Kebahagiaan Karyawan...
Kebahagiaan Karyawan Difabel Rokok HS: Diterima Kerja, Jadi Bagian Penting Perusahaan
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Kapten Kapal Pesiar...
Kapten Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Bilang pada Penumpang: Pria yang Tewas Itu Tak Menular
Rekomendasi
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Tim Pelajar Indonesia...
Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Mendagri Tito Tegaskan...
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
Berita Terkini
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved