Kisah Sunan Ngudung, Panglima Perang Demak yang Gugur saat Memimpin Penyerangan ke Majapahit

Senin, 04 Juli 2022 - 04:55 WIB
loading...
Kisah Sunan Ngudung, Panglima Perang Demak yang Gugur saat Memimpin Penyerangan ke Majapahit
Makam Sunan Ngudung yang ada di Jalan Syech Jumadil Kubro No. 10, Kedaton, Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Foto/Dok. disparpora.mojokertokab.go.id
A A A
Kesultanan Demak, terlibat konfrontasi dengan Kerajaan Majapahit. Konfrontasi yang berujung pada peperangan ini, terjadi saat kejayaan Kerajaan Majapahit mulai surut. Pasukan Kesultanan Demak yang menyerang Majapahit tersebut, dipimpin Imam Masjid Agung Demak, Sunan Ngudung.

Baca juga: Kisah Siu Ban Ci, Cinta Pandangan Pertama Brawijaya V yang Anaknya Menghancurkan Majapahit

Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Prihananto dalam tulisannya yang diterbitkan Khazanah, dengan berjudul "Tari Jaranan: Kreasi Sunan Ngudung Untuk Berdakwah", mengulas bagiamana peran penting Sunan Ngudung dalam peperangan Kesultanan Demak, melawan Majapahit.



Prihananto menyebut, kisah kepemimpinan Sunan Ngudung dalam peperangan Kesultanan Demak, menghadapi Majapahit tersebut, termuat dalam "Kitab Ahla al Musamarah fi Hikayat al Auliya al 'Asyrah" karangan Syekh Abu Fadhol.

Baca juga: Mencekam! Brimob Bersenjata Lengkap Kepung Pesantren, Anak Kiai Buron Kasus Pencabulan Gagal Ditangkap

Peperangan Kesultanan Demak, melawan Majapahit ini, juga termuat dalam Babad Kerajaan Banten. Di mana, dalam babad tersebut dituliskan, konfrontasi antara Demak dengan Majapahit terjadi beberapa tahun. Imam Masjid Demak, Sunan Ngudung, berperang melawan Majapahit yang disebut berafiliasi dengan pasukan dari Klungkung, Pengging dan Terung.

Pertempuran hebat antara Kesultanan Demak menghadapi Majapahit ini, juga direkonstruksi dalam bentuk kesenian tari jaranan. Sunan Ngudung, yang memiliki nama asli Raden Utsman Haji tersebut, dikenal menjadi panglima perang yang sangat handal di zamannya.

Sunan Ngudung tak hanya handal sebagai panglima perang, namun dia juga memiliki jejak sejarah sebagai penyebar ajaran Islam di wilayah Tuban, tepatnya di wilayah Desa Wadung, Kecamatan Soko.

Baca juga: Kisah Pembunuhan Raja Demak Sunan Prawoto Dipicu Dendam Kesumat Arya Penangsang
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1124 seconds (10.177#12.26)