Guru di Bone Keluhkan Wajib Bimtek Setiap Cairkan Sertifikasi
Minggu, 03 Juli 2022 - 20:23 WIB
loading...
Sejumlah guru di Kabupaten Bone mengeluhkan wajib bintek setiap cairkan sertifikasi. Foto: Sindonews/dok
A
A
A
BONE - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bone Bone mewajibkan guru PNS maupun PPPK ikut bimtek peningkatan mutu pendidik dengan dalih sebagai syarat pencairan sertifikasi. Bimtek itupun diduga sebagai ladang bisnis.
Pasalnya, para guru juga diharuskan membayar Rp200 ribu setiap kali ikut bimtek. Hal itu mendapat keluhan sejumlah guru di Kabupaten Bone.
Baca Juga: Bupati Bone Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Potensi Teluk Bone
Salah seorang tenaga pendidik dari Bone Barat, MR mengaku jika guru diwajibkan membayar Rp200 ribu. "Walau berat, kita terpaksa bayar. Karena katanya harus ikut bimtek kalau mau dapat serfitikasi guru," keluhnya kepada wartawan, Minggu (3/7/2022).
Padahal dirinya sudah mengantongi sertifikat pendidik. Bahkan pada Februari dan Maret lalu, bimtek serupa juga sudah digelar.
"Di bulan dua sudah digelar bimtek. Saya dan suami ikut dan harus bayar Rp500 ribu untuk dua orang. Kemudian di bulan 3 ada lagi, tapi saya tentang. Masa setiap mau pencairan sertifikasi kita diharuskan lagi ikut pelatihan dan membayar," keluhnya.
Ia menyebutkan, hampir semua guru mengeluhkan, hanya saja takut bersuara."Ini sama halnya guru dipaksa ikut, karena kami ditekan melalui kepala sekolah, melalui K3S. Tetapi saya tentang ini, karena memang tidak ada di juknis bahwa syarat pencairan sertifikasi harus ikut pelatihan," tegasnya.
Pasalnya, para guru juga diharuskan membayar Rp200 ribu setiap kali ikut bimtek. Hal itu mendapat keluhan sejumlah guru di Kabupaten Bone.
Baca Juga: Bupati Bone Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Potensi Teluk Bone
Salah seorang tenaga pendidik dari Bone Barat, MR mengaku jika guru diwajibkan membayar Rp200 ribu. "Walau berat, kita terpaksa bayar. Karena katanya harus ikut bimtek kalau mau dapat serfitikasi guru," keluhnya kepada wartawan, Minggu (3/7/2022).
Padahal dirinya sudah mengantongi sertifikat pendidik. Bahkan pada Februari dan Maret lalu, bimtek serupa juga sudah digelar.
"Di bulan dua sudah digelar bimtek. Saya dan suami ikut dan harus bayar Rp500 ribu untuk dua orang. Kemudian di bulan 3 ada lagi, tapi saya tentang. Masa setiap mau pencairan sertifikasi kita diharuskan lagi ikut pelatihan dan membayar," keluhnya.
Ia menyebutkan, hampir semua guru mengeluhkan, hanya saja takut bersuara."Ini sama halnya guru dipaksa ikut, karena kami ditekan melalui kepala sekolah, melalui K3S. Tetapi saya tentang ini, karena memang tidak ada di juknis bahwa syarat pencairan sertifikasi harus ikut pelatihan," tegasnya.
Lihat Juga :