Akhir Triwulan II, Serapan Anggaran Pemkot Makassar Belum Capai 20 Persen

Minggu, 03 Juli 2022 - 16:54 WIB
loading...
Akhir Triwulan II, Serapan...
Serapan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Makassar masih di bawah 20 persen. Foto: Sindonews/ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Hingga akhir triwulan dua tahun 2022, serapan anggaran Pemerintah Kota Makassar masih sangat minim. Bahkan belum menyentuh angka 20 persen.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar , A Zulfitra Dianta mengatakan, hingga 29 Juni 2022, serapan anggaran masih di angka 19,51 persen.

Baca Juga: Masalah Klasik Dibalik Rendahnya Serapan Anggaran Daerah

"Kalau kami lihat jumlah ini memang rendah. Kalau semester I, di bulan Juni harusnya ada minimal 40 persen. Sehingga di sisa semester ll, 50 sampai 60 persennya bisa tercapai," ujarnya.

Dia mengatakan, ada 11 OPD yang tercatat mengantongi rapor merah lantaran serapan anggaran di bawah 15 persen. Sejumlah kendala pun telah mereka paparkan dalam rapat evaluasi bersama Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

"Sudah ada evaluasi dari Pak Wali langsung, melihat secara detail apa permasalahan utamanya di 11 OPD yang kategori rendah. Jadi caratan merah itu ada di 11 OPD yang realisasi anggarannya di bawah 15 persen," bebernya.

Adapun 11 OPD tersebut, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pertanahan.

"Totalnya ada 11 OPD lah, termasuk Dinas Perdagangan. Sisanya itu yang kategori kuning antara 15 sampai 30 persen itu ada 30 OPD. Itu yang paling banyak," ungkapnya.

Untuk serapan anggaran terendah dimiliki oleh Dinas Pekerjaan Umum. Serapannya hanya 2,64 persen di banding OPD lainnya.

"Dinas PU itu 2,64 persen. Kalau yang lain itu ada 10 persen seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanahan, Dinas Lingkungan Hidup, juga angkanya antara 12 sampai 13 persen, paling rendah PU," sebutnya.

Sementara, OPD yang serapan anggarannya sudah mencapai 40 persen ada 10 OPD. Rata-rata adalah kecamatan.

Baca Juga: Serapan Anggaran Kementerian BUMN Capai 97,65 Persen

"Di kisaran 30 sampai 40 persen realisasi itu hanya 10 OPD. Yaitu Kecamatan Tamalate, Ujung Pandang, Manggala, Mariso kemudian Sekretariat Daerah dan Kecamatan Biringkanaya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), BPBD dan Pemadam Kebakaran," urainya.

Ia mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan serapan anggaran masih berjalan lamban. Di Dinas PU misalnya, disebabkan kendala tender.



"Karena ada rincian belanja yang salah tempat, istilahnya salah kamar dan memang harus dilakukan penyesuaian di anggaran perubahan," jelas Zulfitra.

Permasalahan lain, terkendala pada dana alokasi khusus (DAK). Seperti pada Dinas Lingkungan Hidup yang mengalami kesalahan pendataan rekening.

"Dinas Lingkungan Hidup misalnya, rekeningnya tergabung, sementara Dinas Lingkungan Hidup melakukan klarifikasi ke Kementerian, apakah dana yang tergabung itu bisa dibelanjakan dengan kondisi yang ada, karena menurut pengadaan dan jasa itu harusnya dipisahkan," ucapnya.

Sama halnya di Dinas Perdagangan yang akan membangun Sentra Industri Kecil Menengah (IKM). Masalahnya adalah lokasi lahan yang masih belum selesai, alias masih sengketa.

"Alternatifnya adalah, kalau tanahnya bermasalah tolong pindahkan di area yang sama," pungkasnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
Serapan APBD Tertinggi...
Serapan APBD Tertinggi Nasional, Wakil Ketua DPRD Jabar: Perlu Peningkatan Pendapatan
RS Vertikal Makassar...
RS Vertikal Makassar Milik Pemerintah Kini Miliki Fasilitas AC VRF
Puncak Makassar Eight...
Puncak Makassar Eight Festival Dipindahkan ke Tugu MNEK, Ini Alasannya
Pemkot Makassar Terapkan...
Pemkot Makassar Terapkan Layanan Publik Berbasis Metaverse, Mendagri Beri Pujian
Musim Transisi, BPBD...
Musim Transisi, BPBD Makassar: Waspada Banjir dan Angin Kencang!
Optimalkan Realisasi...
Optimalkan Realisasi APBD, Sekjen Kemendagri: Cermati Arahan Presiden
Spending Better
Spending Better
Dinas Pertanahan Kota...
Dinas Pertanahan Kota Makassar Targetkan 100 Aset Lahan Pemkot Miliki Sertifikat pada 2023
Rekomendasi
Richard Lee Ajukan Penangguhan...
Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Sakit, Istri Jadi Jaminan
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Berita Terkini
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Infografis
Penyerapan Anggaran...
Penyerapan Anggaran Daerah di Masa Pandemi Belum Sesuai Harapan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved