3 Siswi Dicabuli Oknum Guru Agama di Mojokerto, Ibu Korban Kecewa Belum Ada Tersangka
Selasa, 28 Juni 2022 - 21:22 WIB
loading...
A
A
A
Selain perkembangan kasus pencabulan tersebut, para ibu korban ini juga menanyakan proses pendampingan yang dilakukan petugas dari Kantor DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto.
Baca juga: Ibu Muda yang Tega Bunuh Bayinya Berumur 5 Bulan Dikenal Tertutup
Hadhiah Rahmawati pendamping dari Women Krisis Center Kabupaten Mojokerto meminta, agar kantor DP2KBP2 Mojokerto serius memberikan pendampingan dan melakukan visum et repertum psikiatrikum untuk menambah bukti ke penyidik Polres Mojokerto.
“Kami ke sini meminta klarifikasi ke kantor DP2KBP2, kedepan kira-kira seperti. Tadi ketemu kepala untuk mengawal kasus ini sampai tuntas dan mendorong untuk visum sebagai barang bukti ke kepolisian. Karena sampai saat ini belum ada tersangka sama sekali,” kata Hadhiah.
Pihaknya menyebutkan, kasus pencabulan terhadap tiga siswi lembaga pendidikan keagamaan ini dilaporkan pada bulan Mei lalu, namun hingga kini belum ada penetapan tersangka dari Satreskrim Polres Mojokerto.
“Modus pelaku sangatlah keji dengan melakukan pencabulan di kamar lembaga pendidikan keagamaan tersebut dan memutarkan video porno sebelum melakukan aksinya,” ketus dia.
Baca juga: Ibu Muda yang Tega Bunuh Bayinya Berumur 5 Bulan Dikenal Tertutup
Hadhiah Rahmawati pendamping dari Women Krisis Center Kabupaten Mojokerto meminta, agar kantor DP2KBP2 Mojokerto serius memberikan pendampingan dan melakukan visum et repertum psikiatrikum untuk menambah bukti ke penyidik Polres Mojokerto.
“Kami ke sini meminta klarifikasi ke kantor DP2KBP2, kedepan kira-kira seperti. Tadi ketemu kepala untuk mengawal kasus ini sampai tuntas dan mendorong untuk visum sebagai barang bukti ke kepolisian. Karena sampai saat ini belum ada tersangka sama sekali,” kata Hadhiah.
Pihaknya menyebutkan, kasus pencabulan terhadap tiga siswi lembaga pendidikan keagamaan ini dilaporkan pada bulan Mei lalu, namun hingga kini belum ada penetapan tersangka dari Satreskrim Polres Mojokerto.
“Modus pelaku sangatlah keji dengan melakukan pencabulan di kamar lembaga pendidikan keagamaan tersebut dan memutarkan video porno sebelum melakukan aksinya,” ketus dia.
Lihat Juga :