Gawat! Ribuan Siswa Lulusan SD di Makassar Terancam Tidak Masuk SMP
Selasa, 28 Juni 2022 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
Diharapkan, siswa yang tidak bisa diakomodir oleh SMP negeri maupun swasta ini, bisa tetap melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah atau MTs yang diakomodasi oleh Kementerian Agama.
Sementara untuk daya tampung jenjang SD , dia menyebut tidak ada persoalan. Karena jumlah sekolah yang ada bisa menampung anak yang akan masuk SD.
Diketahui daya tampung SD negeri sebanyak 23.884, sementara untuk SD swasta 6.384 orang. Sehingga total daya tampung untuk SD sebanyak 30.268.
Sementara berdasarkan data, lulusan PAUD Makassar ini sebanyak 13.857. Anak usia 6 tahun tidak PAUD sebanyak 8.089. Sehingga diprediksi jumlah anak yang akan masuk SD sebanyak 21.946 orang.
"Artinya ada kelebihan kuota SD negeri dan swasta sebanyak 8.322. Kami berasumsi ini akan terisi penuh dari pendaftaran anak domisili Gowa, Maros, dan Takalar," jelasnya.
Anggota Komisi B DPRD Makassar, Rezki menyayangkan ketimpangan antara layanan pendidikan dan jumlah anak yang harus bersekolah. Dirinya mengaku banyak menerima keluhan dari masyarakat, khususnya dari konstituennya terkait persoalan itu.
"Masyarakat banyak mengeluh ke saya karena mau tidak mau, anaknya harus ke sekolah swasta karena tidak tertampung di SMP negeri," ungkap Rezki, belum lama ini.
Sementara untuk daya tampung jenjang SD , dia menyebut tidak ada persoalan. Karena jumlah sekolah yang ada bisa menampung anak yang akan masuk SD.
Diketahui daya tampung SD negeri sebanyak 23.884, sementara untuk SD swasta 6.384 orang. Sehingga total daya tampung untuk SD sebanyak 30.268.
Sementara berdasarkan data, lulusan PAUD Makassar ini sebanyak 13.857. Anak usia 6 tahun tidak PAUD sebanyak 8.089. Sehingga diprediksi jumlah anak yang akan masuk SD sebanyak 21.946 orang.
"Artinya ada kelebihan kuota SD negeri dan swasta sebanyak 8.322. Kami berasumsi ini akan terisi penuh dari pendaftaran anak domisili Gowa, Maros, dan Takalar," jelasnya.
Anggota Komisi B DPRD Makassar, Rezki menyayangkan ketimpangan antara layanan pendidikan dan jumlah anak yang harus bersekolah. Dirinya mengaku banyak menerima keluhan dari masyarakat, khususnya dari konstituennya terkait persoalan itu.
"Masyarakat banyak mengeluh ke saya karena mau tidak mau, anaknya harus ke sekolah swasta karena tidak tertampung di SMP negeri," ungkap Rezki, belum lama ini.
Lihat Juga :