Gubernur Serahkan Alat Rapid Test untuk Pemeriksaan 4.000 Dosen Unhas
Kamis, 25 Juni 2020 - 12:36 WIB
loading...
A
A
A
"Sekarang setelah 2.000 pegawai saya minta bantuan dari provinsi lagi mau tes 4.000 dosen. Tinggal nanti kalau Insya Allah, mudah-mudahan nggak ada, kalau ada pun segera kita (tangani). Jadi saya bilang sama kalaupun ada yang positif itu bukan, suatu aib," jelasnya.
"Bahkan itu tujuannya kita bisa memutus mata kalau kita positif langsung diidentifikasikan, ditracing jadi mencegah penularan ke orang lain. Bahkan menjadi pahlawan bagi keluarga, bagi komunitasnya," imbuhnya.
Rektor perempuan pertama Unhas ini dengan dilakukan rapid test maka kampus berperan serta dalam memutus mata rantai COVID-19. Sehingga ia juga mengajak kampus lain melakukan hal yang sama. Sebab, kampus merupakan tempat berkumpul banyak orang dari berbagai tempat.
Lanjutnya, bahwa rapid test ini penting, terlebih mendekati momentum Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). UTBK merupakan tes masuk ke perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).
Baca Juga: Satgas COVID-19 Tana Toraja Dapat Bantuan 1.000 APD dan Rapid Test
"Bahkan itu tujuannya kita bisa memutus mata kalau kita positif langsung diidentifikasikan, ditracing jadi mencegah penularan ke orang lain. Bahkan menjadi pahlawan bagi keluarga, bagi komunitasnya," imbuhnya.
Rektor perempuan pertama Unhas ini dengan dilakukan rapid test maka kampus berperan serta dalam memutus mata rantai COVID-19. Sehingga ia juga mengajak kampus lain melakukan hal yang sama. Sebab, kampus merupakan tempat berkumpul banyak orang dari berbagai tempat.
Lanjutnya, bahwa rapid test ini penting, terlebih mendekati momentum Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). UTBK merupakan tes masuk ke perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).
Baca Juga: Satgas COVID-19 Tana Toraja Dapat Bantuan 1.000 APD dan Rapid Test
Lihat Juga :