Gubernur Serahkan Alat Rapid Test untuk Pemeriksaan 4.000 Dosen Unhas
Kamis, 25 Juni 2020 - 12:36 WIB
loading...
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyerahkan bantuan ribuan alat kesehatan untuk penanganan COVID-19 kepada Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Palubuhu. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Gugus Tugas Sulsel menyerahkan alat kesehatan penanganan COVID-19 kepada Universitas Hasanuddin (Unhas). Penyerahan dilakukan oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah selaku Ketua Gugus Tugas Sulsel kepada Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (24/6/2020) malam.
Bantuan yang diserahkan berupa masker non-medis 3.000 buah, APD UEA 2.500 buah, masker N95 100, Googless 1.000 buah dan alat rapid test 4.000 buah.
"Demikian juga Unhas, termasuk APD, hari ini kita juga berikan. Dan itulah wujud daripada sinergi yang sudah kita bangun bersama. Kami harap, kolaborasi yang dibuat ini kita bisa cepat memutus rantai penularannya," kata Gubernur Nurdin, dalam keterangan persnya kepada SINDOnews, Kamis (25/6/2020).
Pemberian alat ini akan dimanfaatkan oleh Unhas, termasuk melakukan rapid test kepada 4.000 dosen. Dwia menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan rapid test kepada tenaga pendidikan dan pegawai unhas sebanyak 2.000 orang. Ditemukan 37 reaktif rapid test, kemudian dilanjutkan Swab hasilnya 25 dinyatakan positif Covid-19. Selanjutnya mereka telah diisolasi.
Baca Juga: Terkendala Anggaran, Lapas Makassar Belum Lakukan Rapid Test
Bantuan yang diserahkan berupa masker non-medis 3.000 buah, APD UEA 2.500 buah, masker N95 100, Googless 1.000 buah dan alat rapid test 4.000 buah.
"Demikian juga Unhas, termasuk APD, hari ini kita juga berikan. Dan itulah wujud daripada sinergi yang sudah kita bangun bersama. Kami harap, kolaborasi yang dibuat ini kita bisa cepat memutus rantai penularannya," kata Gubernur Nurdin, dalam keterangan persnya kepada SINDOnews, Kamis (25/6/2020).
Pemberian alat ini akan dimanfaatkan oleh Unhas, termasuk melakukan rapid test kepada 4.000 dosen. Dwia menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan rapid test kepada tenaga pendidikan dan pegawai unhas sebanyak 2.000 orang. Ditemukan 37 reaktif rapid test, kemudian dilanjutkan Swab hasilnya 25 dinyatakan positif Covid-19. Selanjutnya mereka telah diisolasi.
Baca Juga: Terkendala Anggaran, Lapas Makassar Belum Lakukan Rapid Test
Lihat Juga :