Jelang Idul Adha, Satgas Diterjunkan Periksa 5.000 Hewan Kurban
Jum'at, 24 Juni 2022 - 22:16 WIB
loading...
A
A
A
Evy menyebut, pihaknya juga menyiapkan kartu sehat yang akan diberikan kepada setiap hewan kurban yang sehat dan layak untuk kurban.
"Setiap tahun ada kartu sehat, tapi warnanya berbeda-beda. Tahun ini kami warnanya hijau. Jadi hewan setelah diperiksa dan layak kurban, itu diberi kartu sebagai penanda. Di tanduknya juga diberi lakban dan ada nomornya sama dengan nomor di kartu," urai Evy.
Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sulselbar, A. Agung PJ Wahyuda, menuturkan tahun ini diprediksi ada 5.000 ekor hewan kurban yang beredar di Makassar. Jumlah ini menurun dari tahun lalu yang mencapai 7.000 ekor.
"Itu berdasarkan pemantauan kami, karena kondisi Covid-19 ditambah ada wabah PMK, jadi prediksi kamj menurun. Kami akan lakukan pemeriksaan kepada 5.000 ternak itu," ungkapnya.
Dia menjelaskan, pemeriksaan akan dilakukan dua kali, yaitu pemeriksaan antemortem, dan pemeriksaan postmortem. Pemeriksaan antemortem meliputi pemeriksaan perilaku dan pemeriksaan fisik pada hewan kurban sebelum ternak disembelih untuk mengetahui apakah hewan kurban layak dan memenuhi syarat secara syariat.
Sementara pemeriksaan postmortem adalah pemeriksaan ternak setelah disembelih yang bertujuan untuk menjamin kualitas karkas, daging dan jeroan aman dan layak untuk dikonsumsi serta untuk mendeteksi dan mengeliminasi kelainan pada karkas, daging dan jeroan.
"Setiap tahun ada kartu sehat, tapi warnanya berbeda-beda. Tahun ini kami warnanya hijau. Jadi hewan setelah diperiksa dan layak kurban, itu diberi kartu sebagai penanda. Di tanduknya juga diberi lakban dan ada nomornya sama dengan nomor di kartu," urai Evy.
Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sulselbar, A. Agung PJ Wahyuda, menuturkan tahun ini diprediksi ada 5.000 ekor hewan kurban yang beredar di Makassar. Jumlah ini menurun dari tahun lalu yang mencapai 7.000 ekor.
"Itu berdasarkan pemantauan kami, karena kondisi Covid-19 ditambah ada wabah PMK, jadi prediksi kamj menurun. Kami akan lakukan pemeriksaan kepada 5.000 ternak itu," ungkapnya.
Dia menjelaskan, pemeriksaan akan dilakukan dua kali, yaitu pemeriksaan antemortem, dan pemeriksaan postmortem. Pemeriksaan antemortem meliputi pemeriksaan perilaku dan pemeriksaan fisik pada hewan kurban sebelum ternak disembelih untuk mengetahui apakah hewan kurban layak dan memenuhi syarat secara syariat.
Sementara pemeriksaan postmortem adalah pemeriksaan ternak setelah disembelih yang bertujuan untuk menjamin kualitas karkas, daging dan jeroan aman dan layak untuk dikonsumsi serta untuk mendeteksi dan mengeliminasi kelainan pada karkas, daging dan jeroan.
Lihat Juga :