Tak Menyerah Kejar Gelar Doktor meski Dicopot dari Camat
Kamis, 25 Juni 2020 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Suami dari dr Andi Nurani Burhanuddin ini mengakui bahwa penghargaan alumni terbaik setiap tahunnya memang selalu didominasi dari fakultas eksakta. Namun, pada wisuda kali ini sejarah mencatat alumni FISIP akhirnya dapat menjadi wisudawan terbaik Unhas.
Andi membuat disertasi berjudul Implementasi Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kabupaten Wajo. Dalam disertasinya, dia mengulas mengenai keberhasilan sekaligus kegagalan kebijakan pemberdayaan untuk mengembangkan model implementasi kebijakan pemberdayaan. “Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa berguna serta bermanfaat bagi saya pribadi dan masyarakat pada umumnya,” katanya seusai pengukuhan.
Torehan prestasi membanggakan yang diraih Andi Mamu dalam dunia pendidikan ini membuat masyarakat Wajo bangga. Namun, sebagian juga masih bertanya-tanya dengan kebijakan Bupati Wajo baru, yakni Amran Mahmud, yang mencopot jabatan Andi sebagai camat. Warga merasa selama ini program yang dilakukan Andi Mamu secara umum berjalan baik. (Lihat videonya: Heboh! Pemuda di Lombok Nikahi Dua Gadis Sekaligus)
Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) yang diusung Andi Mamu selama menjabat sebagai camat juga sangat membantu masyarakat Pitumpanua karena pengurusan KTP dan KK makin praktis. Warga tak lagi dipaksa menempuh perjalanan 40 kilometer ke Kota Sengkang untuk membuat dokumen kependudukan tersebut. “Sangat disayangkan bupati Wajo tidak mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki Andi Mamu,” ujar Suardi, seorang tokoh masyarakat di Pitumpanua. (Reza Pahlevi)
Andi membuat disertasi berjudul Implementasi Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kabupaten Wajo. Dalam disertasinya, dia mengulas mengenai keberhasilan sekaligus kegagalan kebijakan pemberdayaan untuk mengembangkan model implementasi kebijakan pemberdayaan. “Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa berguna serta bermanfaat bagi saya pribadi dan masyarakat pada umumnya,” katanya seusai pengukuhan.
Torehan prestasi membanggakan yang diraih Andi Mamu dalam dunia pendidikan ini membuat masyarakat Wajo bangga. Namun, sebagian juga masih bertanya-tanya dengan kebijakan Bupati Wajo baru, yakni Amran Mahmud, yang mencopot jabatan Andi sebagai camat. Warga merasa selama ini program yang dilakukan Andi Mamu secara umum berjalan baik. (Lihat videonya: Heboh! Pemuda di Lombok Nikahi Dua Gadis Sekaligus)
Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) yang diusung Andi Mamu selama menjabat sebagai camat juga sangat membantu masyarakat Pitumpanua karena pengurusan KTP dan KK makin praktis. Warga tak lagi dipaksa menempuh perjalanan 40 kilometer ke Kota Sengkang untuk membuat dokumen kependudukan tersebut. “Sangat disayangkan bupati Wajo tidak mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki Andi Mamu,” ujar Suardi, seorang tokoh masyarakat di Pitumpanua. (Reza Pahlevi)
(ysw)
Lihat Juga :