Tak Menyerah Kejar Gelar Doktor meski Dicopot dari Camat
Kamis, 25 Juni 2020 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Andi bercerita, tugasnya sebagai camat Pitumpanua dimulai pada 2016. Saat itu, PNS kelahiran Kabupaten Sengkang, 5 Februari 1984 tersebut mendapatkan kepercayaan besar dari Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru.
Kala itu keinginan untuk melanjutkan pendidikan program doktor sebenarnya sudah terlintas di pikirannya. Namun, di tahun pertama menjabat sebagai camat, wilayah Pitumpanua membutuhkan perhatian khusus sehingga niat tersebut diurungkan. (Baca juga: UMKM Terkoneksi Digital Lebih Mampu Hadapi Krisis)
Setelah pemerintahan di wilayah Pitumpanua berjalan dengan baik, setahun kemudian, Andi Mamu akhirnya mewujudkan keinginannya melanjutkan pendidikan S-3 di Unhas Makassar dengan mengambil jurusan administrasi publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).
Tak ingin menyia-siakan kesempatan tersebut, Mamu pun totalitas dalam belajar. Dia dituntut cerdas membagi waktu sebab tugasnya sebagai seorang camat juga harus tetap berjalan. Selama dua semester tenaga dan pikirannya betul-betul dipersiapkan dengan matang. Jarak 300 kilometer harus dia lalui setiap pekannya, yakni dari Kecamatan Pitumpanua, Wajo menuju Kota Makassar. Perjuangan dan tantangan tak ringan ini dia harus lalui demi bisa menjalani studinya sebagai seorang mahasiswa.
Masalah jarak yang jauh ini tidak dia anggap sebagai hambatan, tetapi justru dibawa ke arah yang menyenangkan sebagi motivasi diri. “Alhamdulillah, gelar doktor dengan predikat cumlaude yang saya raih tidaklah mudah. Ini semua berkat kerja keras serta dukungan keluarga, teman, dan semua pihak,” tutur Purna Praja IPDN angkatan XIV tersebut.
Andi percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki perjuangannya masing-masing. Dia pun tidak menganggap menjadi wisudawan terbaik adalah sesuatu yang hebat. “Ini hanya prestasi diri untuk menunjukkan bahwa saya bisa menjadi salah satu yang terbaik. Inilah hasil kerja keras yang saya lakukan, semoga ilmu yang saya dapatkan bisa berguna serta bermanfaat bagi saya pribadi dan masyarakat pada umumnya,” kata mantan Kasubbag Protokol Setda Kabupaten Wajo ini merendah. (Baca juga: Tambah 14, Kasus POsitif Covid-19 di Sumsel Tembus Angka 1.869)
Kala itu keinginan untuk melanjutkan pendidikan program doktor sebenarnya sudah terlintas di pikirannya. Namun, di tahun pertama menjabat sebagai camat, wilayah Pitumpanua membutuhkan perhatian khusus sehingga niat tersebut diurungkan. (Baca juga: UMKM Terkoneksi Digital Lebih Mampu Hadapi Krisis)
Setelah pemerintahan di wilayah Pitumpanua berjalan dengan baik, setahun kemudian, Andi Mamu akhirnya mewujudkan keinginannya melanjutkan pendidikan S-3 di Unhas Makassar dengan mengambil jurusan administrasi publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).
Tak ingin menyia-siakan kesempatan tersebut, Mamu pun totalitas dalam belajar. Dia dituntut cerdas membagi waktu sebab tugasnya sebagai seorang camat juga harus tetap berjalan. Selama dua semester tenaga dan pikirannya betul-betul dipersiapkan dengan matang. Jarak 300 kilometer harus dia lalui setiap pekannya, yakni dari Kecamatan Pitumpanua, Wajo menuju Kota Makassar. Perjuangan dan tantangan tak ringan ini dia harus lalui demi bisa menjalani studinya sebagai seorang mahasiswa.
Masalah jarak yang jauh ini tidak dia anggap sebagai hambatan, tetapi justru dibawa ke arah yang menyenangkan sebagi motivasi diri. “Alhamdulillah, gelar doktor dengan predikat cumlaude yang saya raih tidaklah mudah. Ini semua berkat kerja keras serta dukungan keluarga, teman, dan semua pihak,” tutur Purna Praja IPDN angkatan XIV tersebut.
Andi percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki perjuangannya masing-masing. Dia pun tidak menganggap menjadi wisudawan terbaik adalah sesuatu yang hebat. “Ini hanya prestasi diri untuk menunjukkan bahwa saya bisa menjadi salah satu yang terbaik. Inilah hasil kerja keras yang saya lakukan, semoga ilmu yang saya dapatkan bisa berguna serta bermanfaat bagi saya pribadi dan masyarakat pada umumnya,” kata mantan Kasubbag Protokol Setda Kabupaten Wajo ini merendah. (Baca juga: Tambah 14, Kasus POsitif Covid-19 di Sumsel Tembus Angka 1.869)
Lihat Juga :