Hadapi 2024, NH Sebut Golkar Sulsel Butuh Pemimpin Seperti IAS
Kamis, 23 Juni 2022 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
Ia menekankan Pemilu 2024 sudah di depan mata, dimana partai politik lain sudah bergerak dan bermanuver untuk merebut posisi Golkar. Melihat ketatnya peta persaingan politik, kata dia, maka dibutuhkan sosok pemimpin yang memang betul-betul kapabel dan teruji.
“Ketatnya Pemilu 2024, Golkar butuh pemimpin berpengalaman, militan, dan paham organisasi,” tegas NH .
Olehnya itu, NH tidak ragu mendorong IAS untuk ikut bertarung pada Pilgub Sulsel 2024. Sinyal restu dari DPP Golkar pun mulai terlihat. Pertemuan IAS dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menghasilkan pesan bahwa IAS diminta berkeringat untuk Golkar, baik dalam lingkup daerah maupun nasional, termasuk mengantar Airlangga maju Pilpres 2024.
Lebih lanjut, NH mengungkapkan kondisi kepengurusan DPD I Golkar Sulsel yang dinilainya kurang kondusif dan jauh dari kata solid. Hal itu tidak lepas lantaran adanya masalah internal yang tidak kunjung diselesaikan dengan baik. Ia khawatir bila terus berlanjut, maka akan berdampak buruk pada Golkar Sulsel dalam menghadapi pesta politik 2024.
Ia juga mengungkapkan sangat memungkinkan untuk menggelar musyawarah daerah luar biasa (Musdalub). Apalagi, hampir 2/3 peserta Musda mengajukan keberatan terhadap keputusan Musda 2020 lalu.
“Ketatnya Pemilu 2024, Golkar butuh pemimpin berpengalaman, militan, dan paham organisasi,” tegas NH .
Olehnya itu, NH tidak ragu mendorong IAS untuk ikut bertarung pada Pilgub Sulsel 2024. Sinyal restu dari DPP Golkar pun mulai terlihat. Pertemuan IAS dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menghasilkan pesan bahwa IAS diminta berkeringat untuk Golkar, baik dalam lingkup daerah maupun nasional, termasuk mengantar Airlangga maju Pilpres 2024.
Lebih lanjut, NH mengungkapkan kondisi kepengurusan DPD I Golkar Sulsel yang dinilainya kurang kondusif dan jauh dari kata solid. Hal itu tidak lepas lantaran adanya masalah internal yang tidak kunjung diselesaikan dengan baik. Ia khawatir bila terus berlanjut, maka akan berdampak buruk pada Golkar Sulsel dalam menghadapi pesta politik 2024.
Ia juga mengungkapkan sangat memungkinkan untuk menggelar musyawarah daerah luar biasa (Musdalub). Apalagi, hampir 2/3 peserta Musda mengajukan keberatan terhadap keputusan Musda 2020 lalu.
Lihat Juga :