Puluhan Warga LPKA Maros Diberi Pelatihan Usaha Cukur Rambut
Rabu, 22 Juni 2022 - 16:48 WIB
loading...
Suasana pelatihan usaha cukur rambut di LPKA Maros, Rabu (22/6/2022). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Puluhan warga binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros, diberikan pelatihan usaha cukur rambut (barbershop).
Kepala LPKA Kelas II Maros, Tubagus Chaidir mengatakan, pelatihan ini diberikan sebagai bekal berwirausaha agar mandiri secara ekonomi selepas menyelesaikan masa pembinaan.
Baca juga:Kakanwil Kemenkumham Sulsel Puji Proses Pembinaan di LPKA Maros
Dia mengatakan, pelatihan ini sengaja disasar karena barbershop dinilai memiliki potensi sebagai usaha kekinian yang banyak dilirik generasi muda, sehingga berpeluang dikembangkan untuk lapangan kerja baru.
“Ini juga sebagai bentuk hak-hak warga binaan untuk mendapatkan pelatihan dan keterampilan, sehingga ketika mereka keluar nantinya mereka memiliki skill untuk menata masa depan mereka,” katanya, Rabu (22/6/2022).
Dia mengatakan, pelatihan berbershop ini merupakan kali pertama dilakukan di LPKA Kelas II Maros . "Pelatihan barbershop ini pertama kali diberikan, karena kami melihat anak-anak di sini punya potensi, dan usaha berbershop ini juga kita lihat cukup berkembang,” bebernya.
Selain pelatihan barbershop, ada juga beberapa pelatihan yang akan diberikan, seperti pelatihan otomotif hingga desain grafis.
Baca juga:Dikunjungi Menteri PPPA, Warga Binaan Curhat Soal Kondisi LPKA Maros
“Ada juga pelatihan perkebunan, sehingga ketika mereka keluar mereka bisa bercocok tanam di daerahnya masing-masing,” tutupnya.
Salah satu mentor, Suhardi Usman mengatakan, materi yang diberikan merupakan materi dasar mengenai barbershop. “Sambil menjelaskan langkah-langkah dari mencukur, dan juga menjelaskan jenis-jenis potongan pada rambut,” ujarnya.
Dia mengaku cukup kesulitan dalam memberikan pelatihan, lantaran ada beberapa warga binaan yang baru mengenal barbershop . Sebaliknya, jika ada yang sudah punya kemampuan dasar, maka pelatihan lebih mudah.
Dia mengatakan, pelatihan yang digelar dua hari ini juga dianggap kurang, karena untuk mengetahui dasar mengenai barbershop butuh waktu sekitar satu bulan.
Baca juga:LPKA dan Kejari Maros Jalin MoU di Bidang Perdata dan TUN
Sementara itu salah satu warga binaan yang mengikuti pelatihan, Frans mengatakan, seluruh materi dan kemampuan yang dia dapatkan akan sangat bermanfaat ketika sudah bebas nanti.
“Insyaallah saya bebas bulan 10, ini bisa menjadi bekal keahlian bagi saya dalam menciptakan peluang usaha mandiri di bidang barbershop ,” katanya.
Kepala LPKA Kelas II Maros, Tubagus Chaidir mengatakan, pelatihan ini diberikan sebagai bekal berwirausaha agar mandiri secara ekonomi selepas menyelesaikan masa pembinaan.
Baca juga:Kakanwil Kemenkumham Sulsel Puji Proses Pembinaan di LPKA Maros
Dia mengatakan, pelatihan ini sengaja disasar karena barbershop dinilai memiliki potensi sebagai usaha kekinian yang banyak dilirik generasi muda, sehingga berpeluang dikembangkan untuk lapangan kerja baru.
“Ini juga sebagai bentuk hak-hak warga binaan untuk mendapatkan pelatihan dan keterampilan, sehingga ketika mereka keluar nantinya mereka memiliki skill untuk menata masa depan mereka,” katanya, Rabu (22/6/2022).
Dia mengatakan, pelatihan berbershop ini merupakan kali pertama dilakukan di LPKA Kelas II Maros . "Pelatihan barbershop ini pertama kali diberikan, karena kami melihat anak-anak di sini punya potensi, dan usaha berbershop ini juga kita lihat cukup berkembang,” bebernya.
Selain pelatihan barbershop, ada juga beberapa pelatihan yang akan diberikan, seperti pelatihan otomotif hingga desain grafis.
Baca juga:Dikunjungi Menteri PPPA, Warga Binaan Curhat Soal Kondisi LPKA Maros
“Ada juga pelatihan perkebunan, sehingga ketika mereka keluar mereka bisa bercocok tanam di daerahnya masing-masing,” tutupnya.
Salah satu mentor, Suhardi Usman mengatakan, materi yang diberikan merupakan materi dasar mengenai barbershop. “Sambil menjelaskan langkah-langkah dari mencukur, dan juga menjelaskan jenis-jenis potongan pada rambut,” ujarnya.
Dia mengaku cukup kesulitan dalam memberikan pelatihan, lantaran ada beberapa warga binaan yang baru mengenal barbershop . Sebaliknya, jika ada yang sudah punya kemampuan dasar, maka pelatihan lebih mudah.
Dia mengatakan, pelatihan yang digelar dua hari ini juga dianggap kurang, karena untuk mengetahui dasar mengenai barbershop butuh waktu sekitar satu bulan.
Baca juga:LPKA dan Kejari Maros Jalin MoU di Bidang Perdata dan TUN
Sementara itu salah satu warga binaan yang mengikuti pelatihan, Frans mengatakan, seluruh materi dan kemampuan yang dia dapatkan akan sangat bermanfaat ketika sudah bebas nanti.
“Insyaallah saya bebas bulan 10, ini bisa menjadi bekal keahlian bagi saya dalam menciptakan peluang usaha mandiri di bidang barbershop ,” katanya.
(luq)
Lihat Juga :