Libatkan Seniman dari 13 Negara, Bandung Gelar Pameran Nuansa Rupa Internasional
Rabu, 22 Juni 2022 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
"Selain itu, ada juga seniman yang sering mengikuti berbagai bienalle di berbagai negara benua Eropa yaitu Tondi Hasibuan, termasuk seniman muda dengan talenta seni yang memikat seperti Yudrika N. Adilla, Erlina Nurtaufikah, Zistin Moya, dan Peter Rhian. Mereka menghadirkan karya-karya dengan nuansa rupa kekinian, yakni spirit kontemporer," papar Patra di lokasi pameran, Rabu (22/6/2022).
Patra juga mengatakan bahwa sesuai tajuk yang diusung, yakni nuansa rupa, pameran yang digelar sejak 14 Juni hingga 28 Juni 2022 mendatang ini diarahkan pada sebuah konteks peristiwa berkesenian bernama pameran seni rupa kontemporer yang terdiri dari karya lukis, patung, drawing, photografi, multimedia, dan seni instalasi. Baca juga: Buka Bulan Seni Rupa di TIM, Anies: Budaya dan Seni Itu Kehidupan, Bukan Penghidupan
"Selain sajian pameran, dalam peristiwa perhelatan seni ini, ada serangkaian kegiatan yang menyajikan wacana seni yang mengangkat berbagai isu kekinian seni rupa seperti simposium, seni dan spirit feminisme, fenomena busana kebaya, dan demo lukis model," katanya.
Lebih lanjut Patra mengaku bangga karena pameran seni rupa ini mendapatkan apresiasi yang besar dari kalangan milenial. Terbukti, kata Patra, banyak milenial yang hadir menyaksikan karya-karya seni yang dipamerkan. Menurutnya, hal itu menjadi apresiasi bagi pihaknya, termasuk para seniman.
"Apresiasi kalangan milenial itu sangat bagus. Terbukti saat display, banyak milenial yang ambil foto, ini juga salah satu ciri budaya milenial, mendokumentasikam segala sesuatu yang dilihatnya, termasuk karya seni. Ini sangat positif karena kita perlu apresiasi, termasuk dari milenial sebagai generasi ke depan yang meneruskan estafet berkesenian," tuturnya.
Patra pun berharap, ajang pameran kali ini menjadi angin segar dan harapan baru bagi para seniman yang sudah dua tahun lebih kesulitan memamerkan karya seninya menyusul berbagai pembatasan kegiatan masyarakat akibat pandemi COVID-19.
Patra juga mengatakan bahwa sesuai tajuk yang diusung, yakni nuansa rupa, pameran yang digelar sejak 14 Juni hingga 28 Juni 2022 mendatang ini diarahkan pada sebuah konteks peristiwa berkesenian bernama pameran seni rupa kontemporer yang terdiri dari karya lukis, patung, drawing, photografi, multimedia, dan seni instalasi. Baca juga: Buka Bulan Seni Rupa di TIM, Anies: Budaya dan Seni Itu Kehidupan, Bukan Penghidupan
"Selain sajian pameran, dalam peristiwa perhelatan seni ini, ada serangkaian kegiatan yang menyajikan wacana seni yang mengangkat berbagai isu kekinian seni rupa seperti simposium, seni dan spirit feminisme, fenomena busana kebaya, dan demo lukis model," katanya.
Lebih lanjut Patra mengaku bangga karena pameran seni rupa ini mendapatkan apresiasi yang besar dari kalangan milenial. Terbukti, kata Patra, banyak milenial yang hadir menyaksikan karya-karya seni yang dipamerkan. Menurutnya, hal itu menjadi apresiasi bagi pihaknya, termasuk para seniman.
"Apresiasi kalangan milenial itu sangat bagus. Terbukti saat display, banyak milenial yang ambil foto, ini juga salah satu ciri budaya milenial, mendokumentasikam segala sesuatu yang dilihatnya, termasuk karya seni. Ini sangat positif karena kita perlu apresiasi, termasuk dari milenial sebagai generasi ke depan yang meneruskan estafet berkesenian," tuturnya.
Patra pun berharap, ajang pameran kali ini menjadi angin segar dan harapan baru bagi para seniman yang sudah dua tahun lebih kesulitan memamerkan karya seninya menyusul berbagai pembatasan kegiatan masyarakat akibat pandemi COVID-19.
Lihat Juga :