Ratusan Korban PHK Datangi Kantor BPJAMSOSTEK Sidoarjo, Ada Apa?
Rabu, 24 Juni 2020 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
“Ya karena status kepesertaan tenaga kerja banyak yang masih aktif, ataupun berkas yang dibawa belum komplit dengan persyaratan sehingga proses pengajuan klaim tidak dapat dilanjutkan,” jelasnya.
Muhyidin mengakui, saat ini ada kenaikan yang cukup signifikan terhadap klaim pada semua program. Peningkatan itu terjadi sejak Mei lalu. “Berdasarkan data, tercatat klaim banyak muncul sejak pandemi COVID-19 dari Maret sampai dengan akhir Juni. Ada sekitar 10.075 kasus klaim untuk seluruh program dan sekitar Rp154.684.858.499 yang telah dibayarkan BPJAMSOSTEK Sidoarjo," paparnya.
Meski setiap hari dibanjiri peserta yang mengajukan klaim, Muhyidin memastikan bahwa proses klaim pelayanan bisa cepat dicairkan. Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada seluruh peserta dengan menerapkan LAPAK ASIK (Pelayanan Tanpa Kontak Fisik) dengan mekanisme pelayanan antrian online atau online onsite (one to many).
“Untuk pengajuan klaim seluruh program, sampai saat ini Sidoarjo masih tertinggi di Jawa Timur. Dan kami pun sudah lebih dulu menerapkan one to many yang dimana satu CS kami bisa melayani empat peserta sekaligus, jadi peserta dapat dilayani dengan cepat," pungkas Muhyidin.
Muhyidin mengakui, saat ini ada kenaikan yang cukup signifikan terhadap klaim pada semua program. Peningkatan itu terjadi sejak Mei lalu. “Berdasarkan data, tercatat klaim banyak muncul sejak pandemi COVID-19 dari Maret sampai dengan akhir Juni. Ada sekitar 10.075 kasus klaim untuk seluruh program dan sekitar Rp154.684.858.499 yang telah dibayarkan BPJAMSOSTEK Sidoarjo," paparnya.
Meski setiap hari dibanjiri peserta yang mengajukan klaim, Muhyidin memastikan bahwa proses klaim pelayanan bisa cepat dicairkan. Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada seluruh peserta dengan menerapkan LAPAK ASIK (Pelayanan Tanpa Kontak Fisik) dengan mekanisme pelayanan antrian online atau online onsite (one to many).
“Untuk pengajuan klaim seluruh program, sampai saat ini Sidoarjo masih tertinggi di Jawa Timur. Dan kami pun sudah lebih dulu menerapkan one to many yang dimana satu CS kami bisa melayani empat peserta sekaligus, jadi peserta dapat dilayani dengan cepat," pungkas Muhyidin.
(mpw)
Lihat Juga :