Pemkab Pamekasan Bangun Kawasan Industri Hasil Tembakau untuk Pacu Produksi
Senin, 20 Juni 2022 - 10:46 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan, Ajib Abdullah mengatakan, produksi tembakau tahun lalu memang mengalami penurunan, terutama pada saat pandemi COVID-19 terjadi. Potensi luas tanam tembakau di Pamekasan mencapai 32.000 hektar, tetapi pada 2019 luas tanam hanya 28.000 hektar. Pada 2020 turun menjadi 24.000 hektar.
"Pada tahun ini sampai pertengahan bulan ini baru tertanam sebanyak 2.000 hektar. Karena Pamekasan sekarang ini hampir setiap hari hujan, kami belum bisa memproyeksikan berapa produksi tahun ini,” katanya.
Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Suseno mengatakan, produksi tembakau Jatim berkontribusi sebanyak 60 persen dari produksi nasional. Sedangkan Madura berkontribusi 60 persen dari produksi Jatim.
Khusus Kabupaten Pamekasan berkontribusi 60 persen dari total produksi di Madura. “Pamekasan merupakan daerah yang penting. Jika petaninya mogok, maka seluruh pabrik rokok se-Indonesia tidak bisa produksi," katanya.
Dia menambahkan, produksi tembakau tahun ini diperkirakan hanya di kisaran 160.000 ton. Jumlah itu turun dibanding realisasi produksi tahun lalu yang 200.000 ton.
"Pada tahun ini sampai pertengahan bulan ini baru tertanam sebanyak 2.000 hektar. Karena Pamekasan sekarang ini hampir setiap hari hujan, kami belum bisa memproyeksikan berapa produksi tahun ini,” katanya.
Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Suseno mengatakan, produksi tembakau Jatim berkontribusi sebanyak 60 persen dari produksi nasional. Sedangkan Madura berkontribusi 60 persen dari produksi Jatim.
Khusus Kabupaten Pamekasan berkontribusi 60 persen dari total produksi di Madura. “Pamekasan merupakan daerah yang penting. Jika petaninya mogok, maka seluruh pabrik rokok se-Indonesia tidak bisa produksi," katanya.
Dia menambahkan, produksi tembakau tahun ini diperkirakan hanya di kisaran 160.000 ton. Jumlah itu turun dibanding realisasi produksi tahun lalu yang 200.000 ton.
Lihat Juga :