24.934 Anak di Garut Alami Stunting, Ini Penyebabnya
Jum'at, 17 Juni 2022 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
Dia memaparkan, persentase stunting di Kecamatan Sukaresmi mencapai 34,6 persen atau 301 orang anak. Sedangkan di Kecamatan Limbangan, jumlah anak yang mengalami stunting berjumlah 928 anak dengan persentase 30,1 persen.
“Itu data sampai saat ini dengan rincian, balita yang stunting usia 0 hingga 23 bulan berjumlah 6.885 anak. Sedangkan yang dari usia 24 bulan hingga 59 bulan berjumlah 18.049 anak. Jadi total keseluruhan hingga saat ini 24.934 anak yang masuk kategori stunting,” ujarnya.
Baca juga: Diversifikasi Pangan Lokal Solusi Pengentasan Stunting
Leli menambahkan, tingginya angka stunting di Garut, kemungkinan karena pola asuh dari orang tuanya dan kondisi sosial ekonomi keluarga.
“Itu belum final, karena kami masih terus melakukan pendataan sampai tuntas, kemudian setelahnya kita lakukan analisa data, lalu dikunjungi rumah masing-masing untuk diketahui penyebabnya, apakah karena pola asuh, sosial ekonomi, atau memiliki penyakit yang menyertai sehingga menyebabkan gagal tumbuh atau stunting,” ucapnya.
“Itu data sampai saat ini dengan rincian, balita yang stunting usia 0 hingga 23 bulan berjumlah 6.885 anak. Sedangkan yang dari usia 24 bulan hingga 59 bulan berjumlah 18.049 anak. Jadi total keseluruhan hingga saat ini 24.934 anak yang masuk kategori stunting,” ujarnya.
Baca juga: Diversifikasi Pangan Lokal Solusi Pengentasan Stunting
Leli menambahkan, tingginya angka stunting di Garut, kemungkinan karena pola asuh dari orang tuanya dan kondisi sosial ekonomi keluarga.
“Itu belum final, karena kami masih terus melakukan pendataan sampai tuntas, kemudian setelahnya kita lakukan analisa data, lalu dikunjungi rumah masing-masing untuk diketahui penyebabnya, apakah karena pola asuh, sosial ekonomi, atau memiliki penyakit yang menyertai sehingga menyebabkan gagal tumbuh atau stunting,” ucapnya.
Lihat Juga :