Perahu Terbelah Disambar Petir, 2 Nelayan di Bone Tercebur Satu Tewas
Selasa, 14 Juni 2022 - 23:18 WIB
loading...
A
A
A
Nelayan yang kebetulan melintas dan melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Korban yang bernama Mustafa selamat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Teriawaru untuk mendapatkan perawatan.
Sementara korban yang bernama Mustakim ditemukan sudah meninggal dunia setelah tim gabungan dari Basarnas Bone, Brimob, BPBD, Polairud, Polsek dan Koramil Sibulue serta warga setempat melakukan pencarian selama 4 jam, korban berhasil ditemukan tenggelam sekitar 10 mil dari Pantai Cappa Ujung.
Baca juga: Ngeri! Mabuk Miras, Yulianus Doo Sabet Tangan Teman hingga Hampir Putus
Evakuasi korban membutuhkan waktu yang cukup lama karena posisi korban berada di kedalaman dengan alat yang terbatas membuat korban terpaksa harus diikat tali dan ditarik ke atas permukaan laut.
Suasana haru dan jeritan histeris terdengar dari keluarga korban saat korban dibawa ke rumah duka di Dusun Boarenge, sementara korban selamat Mustafa kini masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Tenriawaru Bone.
“Korban terpaksa harus ditarik ke atas permukaan menggunakan tali karena alat yang digunakan terbatas dan korban berada di kedalaman sehingga proses evakuasinya membutuhkan waktu lama,” kata Camat Sibulue Andi Deny Wahyudi.
Sementara korban yang bernama Mustakim ditemukan sudah meninggal dunia setelah tim gabungan dari Basarnas Bone, Brimob, BPBD, Polairud, Polsek dan Koramil Sibulue serta warga setempat melakukan pencarian selama 4 jam, korban berhasil ditemukan tenggelam sekitar 10 mil dari Pantai Cappa Ujung.
Baca juga: Ngeri! Mabuk Miras, Yulianus Doo Sabet Tangan Teman hingga Hampir Putus
Evakuasi korban membutuhkan waktu yang cukup lama karena posisi korban berada di kedalaman dengan alat yang terbatas membuat korban terpaksa harus diikat tali dan ditarik ke atas permukaan laut.
Suasana haru dan jeritan histeris terdengar dari keluarga korban saat korban dibawa ke rumah duka di Dusun Boarenge, sementara korban selamat Mustafa kini masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Tenriawaru Bone.
“Korban terpaksa harus ditarik ke atas permukaan menggunakan tali karena alat yang digunakan terbatas dan korban berada di kedalaman sehingga proses evakuasinya membutuhkan waktu lama,” kata Camat Sibulue Andi Deny Wahyudi.
Lihat Juga :