Pelaku Aborsi 7 Janin Sendiri di Makassar Bakal Diberi Konseling
Minggu, 12 Juni 2022 - 18:08 WIB
loading...
Jajaran Polrestabes Makassar saat merilis pelaku aborsi tujuh janinnya sendiri dan disimpan dalam kotak makanan dalam rumah kos di Makassar. Foto: Sindonews/Ansar Jumasang
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, bakal memberikan bantuan konseling terhadap pelaku perempuan yang melakukan aborsi tujuh janinnnya sendiri.
Kepala Dinas PPPA Makassar Achi Soleman mengaku siap dalam memberikan bantuan konseling dikarenkan dirinya dalam melihat kasus tersebut, bukan hanya dari status pelaku perempuan melainkan ia melihat dari perspektif perlindungan terhadap perempuan .
Baca Juga: Tes Kejiwaan Bakal Ungkap Motif Sejoli Tersangka Aborsi 7 Janin
"Terkait kasus yang viral ini (aborsi 7 janin) kami dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar dalam hal ini layangan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Makassar akan siap memberikan bantuan konseling," kata dia.
Menurut dia, dalam kasus tersebut perlu diberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat bahwa apa yang dilakukan oleh pelaku , keliru karena pergaulan bebas dan berisiko yang mengesampingkan dari pemahaman nilai-nilai agama.
"Ini yang mesti kita lihat bahwa pergaulan bersiko ini mengakibatkan dampak terburuk bagi perempuan utamanya dampak sosial dan dampak mental sendiri bagi perempuan itu," ucapnya.
Kepala Dinas PPPA Makassar Achi Soleman mengaku siap dalam memberikan bantuan konseling dikarenkan dirinya dalam melihat kasus tersebut, bukan hanya dari status pelaku perempuan melainkan ia melihat dari perspektif perlindungan terhadap perempuan .
Baca Juga: Tes Kejiwaan Bakal Ungkap Motif Sejoli Tersangka Aborsi 7 Janin
"Terkait kasus yang viral ini (aborsi 7 janin) kami dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar dalam hal ini layangan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Makassar akan siap memberikan bantuan konseling," kata dia.
Menurut dia, dalam kasus tersebut perlu diberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat bahwa apa yang dilakukan oleh pelaku , keliru karena pergaulan bebas dan berisiko yang mengesampingkan dari pemahaman nilai-nilai agama.
"Ini yang mesti kita lihat bahwa pergaulan bersiko ini mengakibatkan dampak terburuk bagi perempuan utamanya dampak sosial dan dampak mental sendiri bagi perempuan itu," ucapnya.
Lihat Juga :