MUI Jabar Terjunkan Tim Dampingi Pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz
Sabtu, 11 Juni 2022 - 10:58 WIB
loading...
A
A
A
"Keluarga sudah berbicara, mohon didampingi ketika keluarga datang dan dalam menyambut Eril. Insya Allah (MUI Jabar) dikasih tahu jamnya karena tergantung perjalanan atau jadwal penerbangan dari Swiss," katanya.
Lebih lanjut Rachmat mengatakan, meskipun salat gaib dan jenazah untuk Eril sudah dilakukan, namun dia menyarankan agar pihak keluarga kembali melaksanakan salat jenazah.
"Walaupun sudah disemayamkan di Swiss, kita keluarga yang ada di sini masih disunnahkan dan dianjurkan untuk salat jenazah lagi. Kemudian, kewajiban setelah itu menguburkan atau membumikan almarhum (Eril)," terangnya.
Disinggung soal apakah jenazah Eril perlu dimandikan lagi atau tidak, Rachmat menegaskan, hal itu tak perlu dilakukan. Pasalnya, kata Rachmat, berdasarkan keterangan dari otoritas Swiss, jenazah Eril sudah dipemulasaraan sesuai dengan syariat Islam, mulai dari dimandikan, dikafani, hingga dishalatkan. "Oh tidak, kalau sudah dimandikan buat apa dimandikan lagi," ujarnya.
Rachmat menjelaskan, untuk menyalatkan jenazah boleh dilakukan berulang kali. Pasalnya, para sahabat Nabi Muhammad SAW berulangkali menyalatkan orang yang wafat.
Lebih lanjut Rachmat mengatakan, meskipun salat gaib dan jenazah untuk Eril sudah dilakukan, namun dia menyarankan agar pihak keluarga kembali melaksanakan salat jenazah.
"Walaupun sudah disemayamkan di Swiss, kita keluarga yang ada di sini masih disunnahkan dan dianjurkan untuk salat jenazah lagi. Kemudian, kewajiban setelah itu menguburkan atau membumikan almarhum (Eril)," terangnya.
Disinggung soal apakah jenazah Eril perlu dimandikan lagi atau tidak, Rachmat menegaskan, hal itu tak perlu dilakukan. Pasalnya, kata Rachmat, berdasarkan keterangan dari otoritas Swiss, jenazah Eril sudah dipemulasaraan sesuai dengan syariat Islam, mulai dari dimandikan, dikafani, hingga dishalatkan. "Oh tidak, kalau sudah dimandikan buat apa dimandikan lagi," ujarnya.
Rachmat menjelaskan, untuk menyalatkan jenazah boleh dilakukan berulang kali. Pasalnya, para sahabat Nabi Muhammad SAW berulangkali menyalatkan orang yang wafat.
Lihat Juga :