Rektor Unhas Doakan TGB Jadi Pemimpin Masa Depan
Sabtu, 11 Juni 2022 - 07:21 WIB
loading...
uan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi.Foto/dok
A
A
A
MAKASSAR - Jajaran civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar dialog dengan Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa mendoakan TGB menjadi pemimpin masa depan guna mendorong kebangkitan ilmu, “Ke depan tak hanya diberikan peran sebagai ulama. Namun, juga umara. Kalau tak RI 1 (presiden) ya RI 2 (wakil presiden) atau yang lain. Yang penting Pak TGB memiliki peran memperbaiki keilmuan,” katanya, Jumat (10/6/2022) petang.
Baca juga: Terjaring OTT Tim Saber Pungli, 2 Oknum PTT Dinkes Kota Bengkulu Dinonaktifkan
Dia menjelaskan, bangsa Indonesia harus kuat dalam penguasaan sains dan teknologi. Ustaz-ustaz di Indonesia harus digerakkan, disaat agama bangkit, ilmu juga harus bangkit. Ke depan, kata dia, negara harus menjadi kompetitif dengan apa yang dihasilkan. "Kondisi saat ini belum terjadi di Indonesia. Seperti handphone, itu merupakan buatan negara lain. Generasi muslim harus bangkit untuk menunjukkan kualitas Indonesia,” sambungnya.
Guru besar kelautan dan perikanan ini berkisah, 15 tahun silam turut memikirkan Indonesia dengan memimpin akademisi muda Indonesia. Saat itu para akademisi memiliki tekad Indonesia dihargai.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa mendoakan TGB menjadi pemimpin masa depan guna mendorong kebangkitan ilmu, “Ke depan tak hanya diberikan peran sebagai ulama. Namun, juga umara. Kalau tak RI 1 (presiden) ya RI 2 (wakil presiden) atau yang lain. Yang penting Pak TGB memiliki peran memperbaiki keilmuan,” katanya, Jumat (10/6/2022) petang.
Baca juga: Terjaring OTT Tim Saber Pungli, 2 Oknum PTT Dinkes Kota Bengkulu Dinonaktifkan
Dia menjelaskan, bangsa Indonesia harus kuat dalam penguasaan sains dan teknologi. Ustaz-ustaz di Indonesia harus digerakkan, disaat agama bangkit, ilmu juga harus bangkit. Ke depan, kata dia, negara harus menjadi kompetitif dengan apa yang dihasilkan. "Kondisi saat ini belum terjadi di Indonesia. Seperti handphone, itu merupakan buatan negara lain. Generasi muslim harus bangkit untuk menunjukkan kualitas Indonesia,” sambungnya.
Guru besar kelautan dan perikanan ini berkisah, 15 tahun silam turut memikirkan Indonesia dengan memimpin akademisi muda Indonesia. Saat itu para akademisi memiliki tekad Indonesia dihargai.
Lihat Juga :