Pesona Magis Benteng Wolio, Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Bisa Buka Lapangan Kerja
Kamis, 09 Juni 2022 - 08:42 WIB
loading...
A
A
A
"Benteng Wolio Buton merupakan ikon kota, dan itu harus dijaga serta dilestarikan. Untuk melestarikan itu memang harus melibatkan seluruh unsur masyarakat, dan pemerintah," ucapnya.
Sandiaga Uno juga mengungkapkan, batu-batu pada Benteng Wolio Buton pasti akan susut, sehingga mesti ada konservasi demi keberlangsungan benteng ini. Untuk itu ia berkomitmen untuk menjaga aspek keberlanjutan Benteng Wolio Buton, sebagai ikon Kota Baubau, dengan melibatkan banyak pihak. "Benteng terluas di dunia ini, harus terus bisa dinikmati anak cucu sampai ratusan tahun ke depan," katanya.
Baca juga: 1 Korban Jatuhnya Helikopter di Mimika Papua Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian
Selain kegagahan benteng, Sandiaga Uno juga tertarik dengan sistem demokrasi yang diterapkan Kesultanan Buton sejak 1610 silam. Menurutnya proses pemilihan pemimpin yang dianut Indonesia saat ini, sudah lebih dahulu diterapkan Kesultanan Buton masa lampau. "Menariknya, pemilihan pemimpin di Kesultanan Buton dilakukan secara demokrasi. Jika cakap diteruskan, jika seandainya tidak cakap akan dievaluasi," ujarnya.
Saat visitasi ke Desa Wisata Lombo Wolio, Sandiaga Uno juga disuguhi Tari Galangi. Selain itu, dia juga sempat melihat dan mencoba permainan tradisional Lojo, serta melakukan ziarah ke Makam Sultan Murhum, dengan prosesi Santiago. Kunjungan dilanjutkan ke situs Batu Popaua, melihat jangkar peninggalan VOC, dan Masjid Agung Keraton Buton, serta pusat souvenir, kuliner dan fashion di area dekat masjid.
Sandiaga Uno juga mengungkapkan, batu-batu pada Benteng Wolio Buton pasti akan susut, sehingga mesti ada konservasi demi keberlangsungan benteng ini. Untuk itu ia berkomitmen untuk menjaga aspek keberlanjutan Benteng Wolio Buton, sebagai ikon Kota Baubau, dengan melibatkan banyak pihak. "Benteng terluas di dunia ini, harus terus bisa dinikmati anak cucu sampai ratusan tahun ke depan," katanya.
Baca juga: 1 Korban Jatuhnya Helikopter di Mimika Papua Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian
Selain kegagahan benteng, Sandiaga Uno juga tertarik dengan sistem demokrasi yang diterapkan Kesultanan Buton sejak 1610 silam. Menurutnya proses pemilihan pemimpin yang dianut Indonesia saat ini, sudah lebih dahulu diterapkan Kesultanan Buton masa lampau. "Menariknya, pemilihan pemimpin di Kesultanan Buton dilakukan secara demokrasi. Jika cakap diteruskan, jika seandainya tidak cakap akan dievaluasi," ujarnya.
Saat visitasi ke Desa Wisata Lombo Wolio, Sandiaga Uno juga disuguhi Tari Galangi. Selain itu, dia juga sempat melihat dan mencoba permainan tradisional Lojo, serta melakukan ziarah ke Makam Sultan Murhum, dengan prosesi Santiago. Kunjungan dilanjutkan ke situs Batu Popaua, melihat jangkar peninggalan VOC, dan Masjid Agung Keraton Buton, serta pusat souvenir, kuliner dan fashion di area dekat masjid.

Lihat Juga :