Mitos Situ Patenggang, Kisah Cinta Abadi Raden Kian Santang dengan Dewi Rengganis
Kamis, 09 Juni 2022 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Dalam cerita yang lain, dalam pertemuan itu Dewi Rengganis menangis bahagia bertemu Ki Santang. Air matanya mengalir dan menetes hingga ke tanah, lalu membentuk Sungai Rengganis yang cukup besar di Patengan.
Kata Patengan sendiri, disebut-sebut berasal dari kata pateangan-teangan yang berarti saling mencari antara Ki Santang dengan Dewi Rengganis. Adapun batu tempat Dewi Rengganis menyepi, kini disebut batu cinta.
Sedang tempat Dewi Rengganis dan Ki Santang memandu kasih, kini disebut sebagai Pulau Sasaka atau Asmara.
Baca: Riwayat Pemberontakan Ronggo Prawirodirjo III yang Mengilhami Perang Jawa
Masyarakat sekitar banyak yang percaya di Pulau Sasaka adalah sebuah masjid yang kerap muncul. Sehingga, selain digunakan tempat wisata, Pulau Sasaka juga kerap digunakan masyarakat sekitar sebagai tempat ziarah.
Sampai di sini ulasan Cerita Pagi, semoga bermanfaat.
Sumber tulisan:
1. Rusnanto, Hodijah, Purwanto, R. Susanto, Pasaduan, Kiblat Buku Utama dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Buku Elektronik.
Kata Patengan sendiri, disebut-sebut berasal dari kata pateangan-teangan yang berarti saling mencari antara Ki Santang dengan Dewi Rengganis. Adapun batu tempat Dewi Rengganis menyepi, kini disebut batu cinta.
Sedang tempat Dewi Rengganis dan Ki Santang memandu kasih, kini disebut sebagai Pulau Sasaka atau Asmara.
Baca: Riwayat Pemberontakan Ronggo Prawirodirjo III yang Mengilhami Perang Jawa
Masyarakat sekitar banyak yang percaya di Pulau Sasaka adalah sebuah masjid yang kerap muncul. Sehingga, selain digunakan tempat wisata, Pulau Sasaka juga kerap digunakan masyarakat sekitar sebagai tempat ziarah.
Sampai di sini ulasan Cerita Pagi, semoga bermanfaat.
Sumber tulisan:
1. Rusnanto, Hodijah, Purwanto, R. Susanto, Pasaduan, Kiblat Buku Utama dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Buku Elektronik.
(san)
Lihat Juga :