Jamaah Haji Dibekali Uang Saku Rp5,8 Juta Tiap Orang
Rabu, 08 Juni 2022 - 13:54 WIB
loading...
Calon jamaah haji asal Kabupaten Maros mengikuti bimbingan manasik haji di Ruang Pola Kantor Bupati Maros. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Maros bakal mendapatkan uang saku (living cost) sebanyak 1.500 Riyal untuk tiap orang selama menjalankan ibadah nanti. Jumlah itu jika dirupiahkan Rp5,8 juta.
Uang tersebut menjadi bekal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Baca juga:29.131 Jamaah Haji Indonesia Nikmati Layanan Fasttrack
Kepala Kantor Kemenag Maros , Abdul Hafid M Talla mengatakan, living cost ini sebagian dana dari biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Living cost tersebut memang sudah sering diberikan kepada CJH.
“Untuk 1.500 Riyal diberikan saat akan diberangkat ke Asrama Haji. Dan nilainya sama semua untuk jamaah haji di seluruh indonesia,” katanya, saat membuka bimbingan manasik haji di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, baru-baru ini.
Dia mengatakan, 142 CJH Kabupaten Maros akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter). Mereka dibagi di kloter 2 yang akan berangkat 17 Juni dan kloter 8 berangkat 23 Juni 2022.
"Jumlah CJH Maros berangkat 17 Juni sebanyak 78 orang dan 23 Juni sebanyak 64 orang," ujarnya.
Tahun ini agenda pelepasan jamaah akan dilakulan di Masjid Al Markas Al Islami. Sebelum berangkat ke Asrama Haji, tanggal 16 Juni, jamaah diminta berkumpul di Masjid Almarkas.
Baca juga:Bolehkah Seorang Muslimah Menunaikan Ibadah Haji Sendiri atau Tanpa Mahram?
"Setelah itu berkumpul kita akan antar ke Asrama Haji Sudiang, jamaah akan menginap satu malam di Asrama Haji,” jelasnya.
Abdul Hafid mengatakan, jarak hotel jamaah Ke Masjidil Haram terbilang cukup jauh, yakni 6 kilometer.
“Penginapan jaraknya agak jauh sekitar 6 kilometer. Tapi jamaah jangan khawatir, karena disiapkan bus khusus untuk mengangkut jamaah yang akan berangkat haji. Jamaah cukup mengingat nomor busnya saja, biar tidak kesasar," ujarnya.
Pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) memberlakukan sistem zonasi provinsi.
"Tidak bercampur dengan jemaah lain, jadi jamaah haji yang berasal dari satu provinsi akan tinggal di hotel dalam satu wilayah di Tanah Suci,” ungkapnya.
Hafid mengimbau calon jamaah haji tak memaksakan diri beraktivitas menguras energi jelang pemberangkatannya. Tetap jaga kesehatan.
Baca juga:Kisah Sonaun, Petani yang Baru Sholat di Umur 25 Tahun Bersyukur Bisa Naik Haji
"Kalau misalnya lelah, sebaiknya dihindari, tidak perlu melakukan aktivitas yang tidak terlalu penting,” ucapnya.
Imbauannya ini bukan tanpa alasan. Sebab, jamaah haji memerlukan energi fisik untuk menjalankan rukun haji di Tanah Suci. Apalagi, cuaca di Arab Saudi sedang ekstrem. Panasnya sampai 45 derajat.Jamaah juga diimbau menjaga cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih.
Uang tersebut menjadi bekal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Baca juga:29.131 Jamaah Haji Indonesia Nikmati Layanan Fasttrack
Kepala Kantor Kemenag Maros , Abdul Hafid M Talla mengatakan, living cost ini sebagian dana dari biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Living cost tersebut memang sudah sering diberikan kepada CJH.
“Untuk 1.500 Riyal diberikan saat akan diberangkat ke Asrama Haji. Dan nilainya sama semua untuk jamaah haji di seluruh indonesia,” katanya, saat membuka bimbingan manasik haji di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, baru-baru ini.
Dia mengatakan, 142 CJH Kabupaten Maros akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter). Mereka dibagi di kloter 2 yang akan berangkat 17 Juni dan kloter 8 berangkat 23 Juni 2022.
"Jumlah CJH Maros berangkat 17 Juni sebanyak 78 orang dan 23 Juni sebanyak 64 orang," ujarnya.
Tahun ini agenda pelepasan jamaah akan dilakulan di Masjid Al Markas Al Islami. Sebelum berangkat ke Asrama Haji, tanggal 16 Juni, jamaah diminta berkumpul di Masjid Almarkas.
Baca juga:Bolehkah Seorang Muslimah Menunaikan Ibadah Haji Sendiri atau Tanpa Mahram?
"Setelah itu berkumpul kita akan antar ke Asrama Haji Sudiang, jamaah akan menginap satu malam di Asrama Haji,” jelasnya.
Abdul Hafid mengatakan, jarak hotel jamaah Ke Masjidil Haram terbilang cukup jauh, yakni 6 kilometer.
“Penginapan jaraknya agak jauh sekitar 6 kilometer. Tapi jamaah jangan khawatir, karena disiapkan bus khusus untuk mengangkut jamaah yang akan berangkat haji. Jamaah cukup mengingat nomor busnya saja, biar tidak kesasar," ujarnya.
Pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) memberlakukan sistem zonasi provinsi.
"Tidak bercampur dengan jemaah lain, jadi jamaah haji yang berasal dari satu provinsi akan tinggal di hotel dalam satu wilayah di Tanah Suci,” ungkapnya.
Hafid mengimbau calon jamaah haji tak memaksakan diri beraktivitas menguras energi jelang pemberangkatannya. Tetap jaga kesehatan.
Baca juga:Kisah Sonaun, Petani yang Baru Sholat di Umur 25 Tahun Bersyukur Bisa Naik Haji
"Kalau misalnya lelah, sebaiknya dihindari, tidak perlu melakukan aktivitas yang tidak terlalu penting,” ucapnya.
Imbauannya ini bukan tanpa alasan. Sebab, jamaah haji memerlukan energi fisik untuk menjalankan rukun haji di Tanah Suci. Apalagi, cuaca di Arab Saudi sedang ekstrem. Panasnya sampai 45 derajat.Jamaah juga diimbau menjaga cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih.
(luq)
Lihat Juga :