Tak Mampu Lunasi Biaya Haji, Warga Jombang 2 Tahun Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Senin, 05 Mei 2025 - 08:42 WIB
loading...
Calon jemaah haji asal Jombang, Jawa Timur, Binti Muslihatin (45) tahun ini kembali gagal berangkat ke Tanah Suci karena tidak memiliki cukup uang untuk melunasi kekurangan biaya haji. FOTO/MUKHTAR BAGUS
A
A
A
JOMBANG - Calon jemaah haji asal Jombang, Jawa Timur, Binti Muslihatin (45) tahun ini kembali gagal berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Penyebabnya, warga Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto itu tidak memiliki cukup uang untuk melunasi kekurangan biaya haji .
Binti, seorang janda dengan dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur di Pasar Peterongan, Jombang, mengaku sudah mendaftar haji sejak 2008. Ketika mendaftar haji, Binti langsung membayar lunas setoran awal biaya haji. Setelah menunggu 16 tahun, ia akhirnya dijadwalkan berangkat pada 2024. Namun karena biaya yang harus dibayar jemaah naik hingga lebih dari Rp55 juta, Binti tidak sanggup melunasinya.
"Seharusnya berangkatnya tahun kemarin, tapi gagal. Tahun ini nggak bisa lagi. Penyebabnya uangnya belum cukup (untuk melunasi biaya haji)," kata Binti kepada wartawan, Senin (5/5/2025).
Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali besaran biaya haji agar lebih terjangkau bagi masyarakat kecil.
"Saya berharap pemerintah ya diturunkanlah, agar semuanya bisa berangkat, yang berat-berat melunasi itu loh," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan bekerja keras untuk menurunkan biaya haji. Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan terminal khusus haji dan umrah di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (4/5/2025).
Binti, seorang janda dengan dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur di Pasar Peterongan, Jombang, mengaku sudah mendaftar haji sejak 2008. Ketika mendaftar haji, Binti langsung membayar lunas setoran awal biaya haji. Setelah menunggu 16 tahun, ia akhirnya dijadwalkan berangkat pada 2024. Namun karena biaya yang harus dibayar jemaah naik hingga lebih dari Rp55 juta, Binti tidak sanggup melunasinya.
"Seharusnya berangkatnya tahun kemarin, tapi gagal. Tahun ini nggak bisa lagi. Penyebabnya uangnya belum cukup (untuk melunasi biaya haji)," kata Binti kepada wartawan, Senin (5/5/2025).
Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali besaran biaya haji agar lebih terjangkau bagi masyarakat kecil.
"Saya berharap pemerintah ya diturunkanlah, agar semuanya bisa berangkat, yang berat-berat melunasi itu loh," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan bekerja keras untuk menurunkan biaya haji. Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan terminal khusus haji dan umrah di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (4/5/2025).
Lihat Juga :