Pagelaran Seni dan Budaya di Magelang, BNPT: Efektif Tangkal Paham Radikal Terorisme
Jum'at, 03 Juni 2022 - 21:43 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, kelompok radikal cenderung anti dengan seni dan kebudayaan. Karena pemahaman seperti itu harus diatasi dengan semakin meningkatkan pendekatan-pendekatan seni dan budaya dalam masyarakat. Sehingga masyarakat tergerak untuk mencintai budayanya dan tak termakan paham kelompok radikal.
Baca juga: Syukuran, Crazy Rich Batang Bagi-bagi 25 Sepeda Motor Senilai Ratusan Juta ke Warga
“Kelompok teroris itu anti dengan seni dan budaya serta kearifan lokal. Hatinya keras, makanya kita harapkan dengan pendekatan seni budaya seperti ini, masyarakat Indonesia, khususnya di Magelang ini tergerak untuk mencintai seni dan budaya," ujarnya.
"Karena dengan seni dan budaya akan melembutkan hati, akan membuat jiwa menjadi penuh kasih sayang, sehingga akan terbangun toleransi serta kebhinekaan dan keberagaman” ungka mantan Kabagbanops Detasemen Khusus (Densus) 88/Anti Polri ini.
Kecintaan terhadap seni dan budaya lokal pun harus diiringi dengan keterbukaan terhadap budaya lain. Di mana pada saat ini dengan transparansi dan globalisasi, pengaruh budaya asing pun nyata adanya. Sehingga harus disikapi dengan bijak, dan dijadikan sarana untuk saling mengenal sesama manusia.
“Harapan kita pada generasi muda pada khususnya, apakah itu generasi milenial, generasi Z, ataupun para penggiat budaya, penggiat seni, untuk mencintai seni dan budaya bangsanya. Walapun di era transparansi dan di era globalisasi ini banyak masuk budaya atau pengaruh asing,” ungkapnya.
Oleh karena itu Nurwakhid meminta kepada masyarakat utamanya kaum moderat untuk menyikapi dengan bijak, dan bukan menolak. Akan tetapi justru menyambut dan kalau bisa mengkolaborasikan antara budaya nusantara dan budaya asing.
Baca juga: Syukuran, Crazy Rich Batang Bagi-bagi 25 Sepeda Motor Senilai Ratusan Juta ke Warga
“Kelompok teroris itu anti dengan seni dan budaya serta kearifan lokal. Hatinya keras, makanya kita harapkan dengan pendekatan seni budaya seperti ini, masyarakat Indonesia, khususnya di Magelang ini tergerak untuk mencintai seni dan budaya," ujarnya.
"Karena dengan seni dan budaya akan melembutkan hati, akan membuat jiwa menjadi penuh kasih sayang, sehingga akan terbangun toleransi serta kebhinekaan dan keberagaman” ungka mantan Kabagbanops Detasemen Khusus (Densus) 88/Anti Polri ini.
Kecintaan terhadap seni dan budaya lokal pun harus diiringi dengan keterbukaan terhadap budaya lain. Di mana pada saat ini dengan transparansi dan globalisasi, pengaruh budaya asing pun nyata adanya. Sehingga harus disikapi dengan bijak, dan dijadikan sarana untuk saling mengenal sesama manusia.
“Harapan kita pada generasi muda pada khususnya, apakah itu generasi milenial, generasi Z, ataupun para penggiat budaya, penggiat seni, untuk mencintai seni dan budaya bangsanya. Walapun di era transparansi dan di era globalisasi ini banyak masuk budaya atau pengaruh asing,” ungkapnya.
Oleh karena itu Nurwakhid meminta kepada masyarakat utamanya kaum moderat untuk menyikapi dengan bijak, dan bukan menolak. Akan tetapi justru menyambut dan kalau bisa mengkolaborasikan antara budaya nusantara dan budaya asing.
Lihat Juga :