Kubangan Eks Stadion Mattoanging Kembali Telan Korban, Begini Respons Pemprov Sulsel
Jum'at, 03 Juni 2022 - 19:54 WIB
loading...
Garis polisi dipasang setelah kubangan bekas galian Stadion Mattoanging Makassar yang terletak di Jalan Cenderawasih, Makassar, kembali memakan korban jiwa, kemarin. Foto/SINDOnews/Maman Sukirman
A
A
A
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ( Pemprov Sulsel ) menyampaikan duka cita dan prihatin atas meninggalnya seorang pemuda di kubangan bekas galian proyek Stadion Mattoanging, Jumat (3/6/2022).
Berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang staf Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Sulsel, Dg. Kulle, yang bertugas di eks Stadion Mattoangin g tersebut, korban bernama Kade ditemukan meninggal dunia oleh salah seorang warga.
Baca Juga: 2 Orang Tewas Tenggelam di Kubangan Bekas Galian Stadion Mattoanging
"Benar bahwa korban ditemukan dan dievakuasi oleh seorang warga bernama Sampara. Kejadiannya terjadi sekitar waktu Salat Ashar. Korban diketahui mengidap penyakit epilepsi katanya, sempat terlihat kejang-kejang di dekat kubangan sebelum jatuh ke dalam air," ungkap kata Dg. Kulle.
Ia juga menambahkan bahwa tidak benar jika dikatakan korban meninggal karena berenang di area eks Stadion Mattoanging.
"Meski belum rata, kubangan di stadion sudah ditimbun sejak 2021 Kalaupun ada kubangan, sudah tidak dalam. Tidak ada juga yang berani berenang karena kita stand by terus di sini", tegasnya.
Sementara itu, Kasi Ops Satpol-PP Provinsi Sulsel, Indra, menjelaskan bahwa penimbunan telah dilakukan oleh Dispora Provinsi Sulsel sejak tahun lalu.
"Dispora sudah menimbun hasil pembongkaran Stadion Mattoanging sejak tahun 2021 lalu, sehingga kawasan tersebut tidak lagi menjadi sebuah kawasan yang berbahaya untuk warga,” jelas Indra.
Jika pun masih ada sedikit genangan itu karena tanah timbunan turun akibat hujan yang deras. Tapi sebelumnya rata.
Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulsel, Murniati, menegaskan bahwa kubangan yang berada di dalam area eks Stadion Mattoangin sudah tidak dalam lagi.
"Karena sudah ditimbun sejak 2021 lalu. Itu kami pastikan tidak dalam lagi," tegas Murni.
Baca Juga: Kasus 2 Remaja Tewas di Proyek Stadion Mattoanging, Polisi Periksa Kontraktor
Sehingga, lanjut Murni, jika ada yang mengatakan bahwa warga tersebut disebut meninggal karena tenggelam tanpa ada penyebab lain, maka itu tidak benar. "Informasi kami dapat dia sakit, epilepsi katanya," tuturnya.
Ibu kandung korban, Yusrina, menjelaskan anaknya memang mengidap panyakit ayan (epilepsi). Menurutnya, kemungkinan penyakit anaknya kambuh sehingga ia terjatuh di bekas galian pada saat itu. Kasus tersebut sementara ditangani oleh pihak Polsek Mariso.
Berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang staf Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Sulsel, Dg. Kulle, yang bertugas di eks Stadion Mattoangin g tersebut, korban bernama Kade ditemukan meninggal dunia oleh salah seorang warga.
Baca Juga: 2 Orang Tewas Tenggelam di Kubangan Bekas Galian Stadion Mattoanging
"Benar bahwa korban ditemukan dan dievakuasi oleh seorang warga bernama Sampara. Kejadiannya terjadi sekitar waktu Salat Ashar. Korban diketahui mengidap penyakit epilepsi katanya, sempat terlihat kejang-kejang di dekat kubangan sebelum jatuh ke dalam air," ungkap kata Dg. Kulle.
Ia juga menambahkan bahwa tidak benar jika dikatakan korban meninggal karena berenang di area eks Stadion Mattoanging.
"Meski belum rata, kubangan di stadion sudah ditimbun sejak 2021 Kalaupun ada kubangan, sudah tidak dalam. Tidak ada juga yang berani berenang karena kita stand by terus di sini", tegasnya.
Sementara itu, Kasi Ops Satpol-PP Provinsi Sulsel, Indra, menjelaskan bahwa penimbunan telah dilakukan oleh Dispora Provinsi Sulsel sejak tahun lalu.
"Dispora sudah menimbun hasil pembongkaran Stadion Mattoanging sejak tahun 2021 lalu, sehingga kawasan tersebut tidak lagi menjadi sebuah kawasan yang berbahaya untuk warga,” jelas Indra.
Jika pun masih ada sedikit genangan itu karena tanah timbunan turun akibat hujan yang deras. Tapi sebelumnya rata.
Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulsel, Murniati, menegaskan bahwa kubangan yang berada di dalam area eks Stadion Mattoangin sudah tidak dalam lagi.
"Karena sudah ditimbun sejak 2021 lalu. Itu kami pastikan tidak dalam lagi," tegas Murni.
Baca Juga: Kasus 2 Remaja Tewas di Proyek Stadion Mattoanging, Polisi Periksa Kontraktor
Sehingga, lanjut Murni, jika ada yang mengatakan bahwa warga tersebut disebut meninggal karena tenggelam tanpa ada penyebab lain, maka itu tidak benar. "Informasi kami dapat dia sakit, epilepsi katanya," tuturnya.
Ibu kandung korban, Yusrina, menjelaskan anaknya memang mengidap panyakit ayan (epilepsi). Menurutnya, kemungkinan penyakit anaknya kambuh sehingga ia terjatuh di bekas galian pada saat itu. Kasus tersebut sementara ditangani oleh pihak Polsek Mariso.
(tri)
Lihat Juga :