Cegah PMK, Petugas Puskeswan Maros Periksa Kesehatan Ternak
Selasa, 31 Mei 2022 - 15:52 WIB
loading...
Petugas dari Puskeswan Maros memeriksa kondisi hewan di salah satu peternakan yang berada di Kecamatan Tompobulu. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Maros mendatangi peternakan di Kecamatan Tompobulu, Selasa (31/5/2022).
Para petugas tampak mengecek kondisi kesehatan hewan di peternakan tersebut untuk memastikan tidak ada yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) .
Baca juga: 1.464 Hewan Kurban di Maros Disiapkan Jelang Idul Adha Kepala UPTD Puskeswan
Kabupaten Maros, drh Ujistiany Abidin mengatakan, pemeriksaan kali ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran PMK di Kabupaten Maros.
“Hingga saat ini dari hasil pemeriksaan, semua hewan ternak di peternakan ini sehat dan tidak ada gejala yang terjangkit PMK ,” ujarnya.
Dia menjelaskan, penyakit PMK harus menjadi fokus para pemiliki hewan ternak berkaki empat dan pemerintah saat ini. Pasalnya, penyakit yang disebabkan virus ini belum ada obatnya. Hanya saja bisa dicegah.
Dikarenakan tidak bisa diobati, dia menegaskan pentingnya mencegah dan mengenali ciri-ciri gejala penyakit ini, agar dapat menghindari kerugian yang lebih besar lagi.
Baca juga: Epidemiologis Nilai Tepat Kebijakan Penanganan PMK Pemerintah
“Dengan meningkatkan kondisi kesehatan ternak melalui pemberian vitamin, obat-obatan hewan seperti antibiotik,” jelasnya.
Saat ini pihaknya juga akan melakukan sosialisasi terkait surat edaran Menteri Pertanian terkait pengawasan lalu lintas ternak.
“Surat edaran Menteri Pertanian itu, sapi atau hewan yang rentan PMK jika berpindah tempat atau dilalulintaskan harus memiliki dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang ditandatangani dokter hewan berwenang,” jelasnya.
Tidak hanya itu, dia mengatakan para peternak harus segera melapor ke petugas kesehatan hewan jika terdapat gejala PMK sehingga penanganan bisa dilakukan lebih dini.
Baca juga: Hewan Terpapar PMK, Dinkes Tangerang Tegaskan Daging Masih Bisa Dikonsumsi
Ujistiany membeberkan, tingkat penyebaran penularan PMK saat ini mencapai 80-100 persen.
“Tingkat penularannya sangat cepat. Bentuk penularannya inhalasi dan melalui udara,” katanya.
Para petugas tampak mengecek kondisi kesehatan hewan di peternakan tersebut untuk memastikan tidak ada yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) .
Baca juga: 1.464 Hewan Kurban di Maros Disiapkan Jelang Idul Adha Kepala UPTD Puskeswan
Kabupaten Maros, drh Ujistiany Abidin mengatakan, pemeriksaan kali ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran PMK di Kabupaten Maros.
“Hingga saat ini dari hasil pemeriksaan, semua hewan ternak di peternakan ini sehat dan tidak ada gejala yang terjangkit PMK ,” ujarnya.
Dia menjelaskan, penyakit PMK harus menjadi fokus para pemiliki hewan ternak berkaki empat dan pemerintah saat ini. Pasalnya, penyakit yang disebabkan virus ini belum ada obatnya. Hanya saja bisa dicegah.
Dikarenakan tidak bisa diobati, dia menegaskan pentingnya mencegah dan mengenali ciri-ciri gejala penyakit ini, agar dapat menghindari kerugian yang lebih besar lagi.
Baca juga: Epidemiologis Nilai Tepat Kebijakan Penanganan PMK Pemerintah
“Dengan meningkatkan kondisi kesehatan ternak melalui pemberian vitamin, obat-obatan hewan seperti antibiotik,” jelasnya.
Saat ini pihaknya juga akan melakukan sosialisasi terkait surat edaran Menteri Pertanian terkait pengawasan lalu lintas ternak.
“Surat edaran Menteri Pertanian itu, sapi atau hewan yang rentan PMK jika berpindah tempat atau dilalulintaskan harus memiliki dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang ditandatangani dokter hewan berwenang,” jelasnya.
Tidak hanya itu, dia mengatakan para peternak harus segera melapor ke petugas kesehatan hewan jika terdapat gejala PMK sehingga penanganan bisa dilakukan lebih dini.
Baca juga: Hewan Terpapar PMK, Dinkes Tangerang Tegaskan Daging Masih Bisa Dikonsumsi
Ujistiany membeberkan, tingkat penyebaran penularan PMK saat ini mencapai 80-100 persen.
“Tingkat penularannya sangat cepat. Bentuk penularannya inhalasi dan melalui udara,” katanya.
(luq)
Lihat Juga :