Sinkronisasi Data Penumpang, Nakhoda hingga Pemilik KM Ladang Pertiwi Diperiksa
Selasa, 31 Mei 2022 - 01:24 WIB
loading...
A
A
A
"Kami harap ada sinkronisasi data update terkait dengan jumlah penumpang, sehingga dari total 31 penumpang yang sudah ditemukan dalam kondisi selamat, kita bisa menghitung berapa jumlah korban yang masih dalam pencarian saat ini," sambung Rizal.
Sekadar diketahui, tidak ada manifes resmi atau kepastian jumlah penumpang KM Ladang Pertiwi, sehingga data penumpang sempat berubah-ubah. Rizal mengaku data korban dalam pencarian pun masih bisa terus berubah. Toh, pihaknya juga menunggu laporan dari masyarakat setempat bila saja menemukan ada korban yang berhasil selamat dan terdampar di pulau sekitar.
Baca Juga: KM Ladang Pertiwi Tenggelam di Selat Makassar, Ini Dugaan Penyebabnya
"Jadi data korban yang dalam pencarian masih bisa berubah. Kita menunggu laporan, jadi selain dari laporan masyarakat dan dari data kepala desa sendiri, apalagi memang diperintahkan oleh Bupati (Pangkep) untuk mendata semua pulau. Ya ada beberapa, ada lima pulau di sekitaran. Pemantauan itu yang ikut di kapal tersebut, sehingga didata berapa jumlah warga yang naik di atas," jelasnya.
Sekadar diketahui, KM Ladang Pertiwi bertolak dari Pelabuhan Paotere Makassar menuju sejumlah pulau di wilayah Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep. Kapal itu meninggalkan Makassar pada Kamis (26/5/2022). KM Ladang Pertiwi belakangan kehabisan bakar dan diterjang ombak, sehingga akhirnya dilaporkan karam pada Jumat (27/5/2022).
Sekadar diketahui, tidak ada manifes resmi atau kepastian jumlah penumpang KM Ladang Pertiwi, sehingga data penumpang sempat berubah-ubah. Rizal mengaku data korban dalam pencarian pun masih bisa terus berubah. Toh, pihaknya juga menunggu laporan dari masyarakat setempat bila saja menemukan ada korban yang berhasil selamat dan terdampar di pulau sekitar.
Baca Juga: KM Ladang Pertiwi Tenggelam di Selat Makassar, Ini Dugaan Penyebabnya
"Jadi data korban yang dalam pencarian masih bisa berubah. Kita menunggu laporan, jadi selain dari laporan masyarakat dan dari data kepala desa sendiri, apalagi memang diperintahkan oleh Bupati (Pangkep) untuk mendata semua pulau. Ya ada beberapa, ada lima pulau di sekitaran. Pemantauan itu yang ikut di kapal tersebut, sehingga didata berapa jumlah warga yang naik di atas," jelasnya.
Sekadar diketahui, KM Ladang Pertiwi bertolak dari Pelabuhan Paotere Makassar menuju sejumlah pulau di wilayah Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep. Kapal itu meninggalkan Makassar pada Kamis (26/5/2022). KM Ladang Pertiwi belakangan kehabisan bakar dan diterjang ombak, sehingga akhirnya dilaporkan karam pada Jumat (27/5/2022).
(tri)
Lihat Juga :