Cerita Irwan, Korban KM Ladang Pertiwi yang Bantu Selamatkan Penumpang Menggunakan Jeriken dan Gabus
Minggu, 29 Mei 2022 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
Sementara ibu dan adik saya, kata Irwan, saya suruh loncat dari atas kapal, sembari memberikan jeriken kepada keduanya. Sembari ia menolong penumpang lainnya untuk diberikan gabus sebagai pelampung.
Baca juga: KM Ladang Pertiwi yang Tenggelam Angkut Rombongan Guru SMAN 6 Pangkep
"Jadi saya kasih ibu sama adik saya jeriken satu orang satu, dan saya suruh loncat, sementara saya bantu penumpang lainnya dengan memberikan gabus untuk dipakai mengapung pengganti pelampung," bebernya.
Setelah memperkirakan jarak antara dirinya dengan sang ibu serta adinya, Irwan pun kemudian melompat, lantaran takut tidak bisa menjangkau pelampung yang digunakan adik dan ibunya itu.
"Saat saya lihat jarak saya mulai jauh dari ibu dan adik saya, saya keburu melompat, karena takutnya saya terpisah dari mereka, karena ombak setinggi 3 meter itu, bisa membuat kita semakin jauh dan terpisah,"ungkapnya.
Saat ditanya terkait jumlah penumpang yang berada di atas kapal motor Ladang Pertiwi 2, Irwan justru tidak mengetahui jumlahnya. Dirinya berdalih, saat pertama kali naik kapal tersebut, ia langsung menuju lambung kapal untuk beristirahat sembari menunggu kapal berangkat.
Karena triplek yang di bawahnya diikat jeriken, ia bersama adik dan ibunya serta penumpang lainnya yang berjumlah 7 orang semua, berhasil selamat.
Sementara 4 orang penumpang kapal motor Ladang Pertiwi 2 yang menggunakan 1 jeriken, 2 orang ia panggil untuk bergabung di triplek yang dijadikan pelampung itu.
Baca juga: KM Ladang Pertiwi yang Tenggelam Angkut Rombongan Guru SMAN 6 Pangkep
"Jadi saya kasih ibu sama adik saya jeriken satu orang satu, dan saya suruh loncat, sementara saya bantu penumpang lainnya dengan memberikan gabus untuk dipakai mengapung pengganti pelampung," bebernya.
Setelah memperkirakan jarak antara dirinya dengan sang ibu serta adinya, Irwan pun kemudian melompat, lantaran takut tidak bisa menjangkau pelampung yang digunakan adik dan ibunya itu.
"Saat saya lihat jarak saya mulai jauh dari ibu dan adik saya, saya keburu melompat, karena takutnya saya terpisah dari mereka, karena ombak setinggi 3 meter itu, bisa membuat kita semakin jauh dan terpisah,"ungkapnya.
Saat ditanya terkait jumlah penumpang yang berada di atas kapal motor Ladang Pertiwi 2, Irwan justru tidak mengetahui jumlahnya. Dirinya berdalih, saat pertama kali naik kapal tersebut, ia langsung menuju lambung kapal untuk beristirahat sembari menunggu kapal berangkat.
Karena triplek yang di bawahnya diikat jeriken, ia bersama adik dan ibunya serta penumpang lainnya yang berjumlah 7 orang semua, berhasil selamat.
Sementara 4 orang penumpang kapal motor Ladang Pertiwi 2 yang menggunakan 1 jeriken, 2 orang ia panggil untuk bergabung di triplek yang dijadikan pelampung itu.
Lihat Juga :